Rektor Unnes Aktifkan Kembali Sucipto sebagai Dosen

SEMARANG,KRJOGJA.com-Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Fathur Rokhman MHum kembali mengaktifkan Sucipto Hadi Purnomo sebagai dosen Bahasa dan Sastra Jawa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unnes.

Pengaktifan ditandai dengan penyerahan Keputusan Rektor Unnes Nomor B/401/UN37/HK/2020 tentang Pencabutan SK Rektor Nomor B/167/UN37/HK/2020 tentang Pembebasan Sementara dari Tugas Jabatan Dosen atas Nama Dr Sucipto Hadi Purnomo SPd MPd.

Selain mencabut pembebasan sementara, dalam putusan itu disebutkan, Rektor Unnes memberikan kembali hak-hak kepegawaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku sejak penetapan, yakni 23 Juli 2020. Selama ini Sucipto menerima gaji penuh setiap bulan dan memiliki kewajiban untuk melakukan presensi. Adapun tunjangan sertifikasi dosen dan remunerasi yang selama lima bulan terakhir ini tidak dicairkan, akan diberikan.

Ka Humas Unnes Muhammad Burhanuddin kepada pers di Semarang Senin (27/7/2020), selain SK, ditandatangani pula berita acara oleh Sucipto dan Rektor. Terdapat 3 hal yang tertulis dalam dokumen tersebut, yakni dilakukannya serah terima SK pencabutan pembebasan sementara, diaktifkan serta dipulihkannya tugas, fungsi, dan hak-hak kepegawaian Sucipto sebagai dosen. Selain itu, hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan penonaktifan itu dianggap selesai.

“Sebelumnya, pada 14 Februari 2020 Sucipto dibebaskan sementara dari jabatan dosen karena diduga melakukan pelanggaran disiplin kepegawaian. Pokok yang dipersoalkan adalah unggahan di akun media social yang bersangkutan, setahun silam, yang menyebut nama Presiden Joko Widodo dan cucunya, Jan Ethes. Atas SK penonaktifan dirinya, Sucipto juga telah menggugat lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), 90 hari setelah diterimanya SK tersebut. Kini persidangan telah melampaui tahap tanggapan tergugat atas gugatan penggugat. Namun menurut Sucipto, dengan tiadanya lagi objek gugatan, secara otomatis proses persidangan akan dimohonkan oleh kedua pihak untuk dihentikan” ujar Muhammad Burhanuddin.

BERITA REKOMENDASI