Relawan PMI Bukan Sampingan, Tapi Profesional

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang, Sabtu (04/12/2021) menggelar apel kesiapsiagaan bencana di halaman markas PMI Kota Semarang, Jalan Sogeijopranoto, Kota Semarang.

Di tengah pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, Ketua PMI Kota Semarang, Awal Prasetyo mengatakan aktivitas relawan sudah tidak bisa dianggap sebagai sebuah kegiatan sampingan. Sebab, menurutnya relawan harus memiliki standar kompetensi keterampilan yang dapat dipertanggungjawabkan. “Relawan tidak bisa menjadi sampingan, relawan harus profesional,” kata Awal Prasetyo.

Awal lantas menerangkan profesionalitas yang dia maksud, yakni memiliki keterampilan yang dapat dipertanggung jawabkan ketika menolong korban. Selain itu juga memiliki peralatan yang sesuai standar profesional, utamanya dengan pelayanan ambulan.

“Profesional disini bukan secara ekonomi, tapi secara pelayanan, sesuai dengan misi PMI, prefesional dan lebih dicintai masyarakat,” lanjutnya.

Lebih lanjut dia menerangkan, relawan PMI Kota Semarang harus diupayakan bisa tersertifikasi di Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PMI Jateng. Oleh karena itu dia berharap peran relawan dari fakultas/akademi gizi atau kesehatan dalam memberikan pelayanan makanan bagi korban bencana sesuai standar makan yang sehat.

Sementara, salah satu relawan senior PMI Kota Semarang, Roy Syaifuddin menerangkan peralatan yang telah siap untuk menghadapi dampak musim hujan tahun ini. Dia sebut dari ambulan, perahu karet, alat perlindungan diri (APD) sampai alat bantu evakuasi ketinggian.

“Semua perlengkapan sudah kita siapkan untuk posko siaga harian,” ungkap relawan yang pernah ikut dalam penanganan korban bencana Tsunami Aceh tahun 2004 ini.

Kepala Markas PMI Kota Semarang, Mugiyanto menambahkan, apel kesiapsiagaan bencana juga dimaksudkan untuk menyambut peringatan hari relawan internasional 5 Desember, “Apel kesiapsiagaan ini Juga memperingati hari relawan internasional pada 5 Desember. Jadi kita ajukan pada pagi hari ini,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjutnya, PMI Kota Semarang melibatkan melibatkan perwakilan dari semua potensi kebencanaan di Kota Semarang seperti Basarnas, BPBD, Damkar, Baznas dan sebagainya.

“Kita libatkan semua potensi yang ada, kita melakukan pengecekan sumber daya manusia dan sarana dan prasarana yang ada,” jelasnya.

Ia berharap dengan semua SDM bisa berfungsi dalam tugas sebagaimana mestinya. “Harapan kedepan semoga semua SDM kita bisa berfungsi sebagaimana mestinya dalam pelayanan sebagaimana mestinya dalam konteks memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” pungkasnya. (Cha)

BERITA REKOMENDASI