Revitalisasi Bundaran Simpanglima Purwodadi Masih Butuh 6,1 M

Editor: KRjogja/Gus

GROBOGAN, KRJOGJA.com – Pelaksanaan proyek revitalisasi bundaran Simpanglima Purwodadi Grobogan pada Desember 2018 ini telah selesai 100 persen. Namun proyek revitalisasi yang menelan biaya Rp 4,8 miliar tersebut ternyata dinilai belum sempurna.

“Dana Rp 4,8 miliar tersebut hanya untuk pekerjaan taman dalam, pedestrian taman, pembuatan drainase dengan sistem U-Ditch, jogging area keliling, peninggian landasan keliling bundaran, lampu pedestrian dan sorot. Untuk menyempurnakannya kita masih membutuhkan dana sekitar Rp 6,1 miliar,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan Nugroho Agus Prastowo SH MM kepada KRJOGJA.com, Senin (17/12/2018).

Dengan belum sempurnya pembangunan yang ada, maka kawasan bundaran Simpanglima tetap ditutup untuk umum. Kain terpal putih yang menutupi kawasan bundaran masih akan dipertahankan seperti semula.

Ada beberapa alasan kenapa bundaran Simpanglima masih ditutup. Yaitu untuk menjaga agar hasil pekerjaan yang baru selesai tidak rusak, terutama pada taman dalam, pedestrian taman dan tanaman yang ada di dalamnya.

Pada pekerjaan revitalisasi tahap kedua, rencana berupa penataan  kawasan bundaran Simpanglima sebelah dalam hingga batas tower air milik PDAM yang ada di tengah lokasi. Pada sisi dalam bundaran akan dibuatkan belasan taman lingkar dan tempat untuk bersantai, swa foto serta sejumlah fasilitas lainnya.

“Saat ini, kami sudah mempersiapkan rencana lelang proyek revitalisasi tahap kedua. Diharapkan pada bulan Februari atau Maret tahun 2019, proyek revitalisasi tahap kedua sudah mulai dikerjakan,” terang Agus. (Tas)

 

 

BERITA REKOMENDASI