RS Aisyiyah Kudus Buat IPAL Baru

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com – Rumah Sakit Umum (RSU) Aisyiyah Kudus beberapa kali mendapatkan komplain dari para pengunjung terkait adanya bau kurang sedap yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) lama yang berada di salah satu bawah ruangan. Berbagai upaya dilakukan sehingga gangguan itu hilang. Tak cukup dengan itu, pihak rumah sakit tidak mau persoalan itu kerap muncul sehingga mengambil langkah membuat IPAL baru.

Enam buah bak tampung IPAL dengan panjang dan lebar bervariasi dengan kedalaman empat meter, mulai dibangun Agustus 2019 dan target rampung Juni mendatang menelam biaya sekitar Rp 500 juta. Guna menekan bau yang timbul akibat proses pengolahan air limbah, RSU  Aisyiyah telah menyiapkan IPAL baru tersebut dengan memanfaatkan bakteri Biocleaner asal Amerika.

Direktur RSU Aisyiyah Kudus, Hilal Ariyadi mengatakan, IPAL baru dibangun di bagian belakang rumah sakit dengan kapasitas tamping limbah yang terkoneksi dengan 250 tempat tidur. Ditambah dengan teknologi terbarukan dan melalui uji kelayakan dan referensi para ahli, pihaknya optimis IPAL baru ini dapat mengolah air limbah lebih maksimal.

Berbeda dengan IPAL sebelumnya yang menggunakan proses Aerob dan Anaerob dalam pengolahan limbah, IPAL baru ini akan menggunakan system Aerob dengan bakteri Biocleaner asal Amerika. Di seluruh bak IPAL nantinya akan ada bakteri-bakteri induk (Biocleaner) yang akan berkembangbiak secara cepat setiap kali terjadi proses Aerasi (proses penambahan oksigen kedalam air).

“Proses penetralan limbah berlangsung lebih cepat. Juli nanti, IPAL baru kami harapkan sudah beroperasi,” ujarnya, Selasa (21/01/2020).

Menejer Umum dan Sarpras RS Aisyiyah Kudus, Aminuddin Abdul Jabar menambahkan, semua limbah dari IPAL lama akan dialirkan ke IPAL baru. Secara regulasi IPAL lama meski tidak terpakai tidak bisa dibiarkan begitu saja, harus dilakukan penutupan. Sebenarnya IPAL lama di rumah sakitnya sudah berjalan dengan maksimal. Hanya saja lokasinya terlalu dekat dengan pelayanan rawat jalan membuat pasien sedikit terganggu.

“Relokasi IPAL menjadi salah satu upaya RSU Aisyiyah dalam memaksimalkan pelayanan dan sehingga masyarakat lebih nyaman saat berobat,” jelasnya. (Trq)

BERITA REKOMENDASI