RSUD Negosiasi BPJS, Biaya Pasien LabKat Jantung

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga melakukan negosiasi dan pembicaraan dengan pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan agar bisa mengkover pembiayaan terhadap pasien penyakit jantung yang operasi di Laboratorium Kateterisasi (Labkkat) yang kini mulai dirintis oleh RSUD Salatiga.

Direktur RSUD Salatiga, Sri Pamuji Eko S mengatakan langkah ini untuk mendukung operasional laboratorium Kateterisasi jantung di Salatiga yang kini sedang diadakan oleh RSUD Salatiga. Pengadaan alat medis sedang dalam proses lelang dan sudah ada pemenangnya. RSUD menunggu kedatangan alat medis tersebut.

“Bersamaan dengan langkah peningkatan pelayanan kesehatan ini, kami juga sedang melakukan negosiasi dengan pihak BPJS agar bisa mengkover biaya pasien melalui jaminan kesehatan. Kalau pelayanan secara umum tidak masalah. Labkat Jantung di RSUD Salatiga ini akan operasional di 2021. Proses pengadaan alat medisnya sedang berjalan dan telah dianggarkan kurang lebih Rp 16,5 miliar,” jelas Sri Pamuji Eko S, Senin (16/11/2020).

Selain itu untuk persiapan operasional labkat jantung di RSUD Salatiga ini pihak manajemen, menurut Sri Pamuji sedang menyiapkan tim medis dokter dan empat perawat yang kini mengikuti pendidikan latihan khusus di labkat jantung ini. “Pokoknya harus seiring sejalan dengan kesiapan tenaga medis,” katanya.

Pengadaan alat medis di Labkat jantung di RSUD Salatiga ini untuk meningkatkan pelayanan terhadap penanganan penyakit jantung yang selama ini masyarakat di Salatiga sekitarnya. Kedepan masyarakat tidak perlu jauh dan menunggu antrean panjang di rumah sakit provinsi atau berobat ke sebuah RS swasta yang ada di Kabupaten Semarang. (Sus)

BERITA REKOMENDASI