Rudi Hartono  Guru Besar ke 121 Unnes

Rektor Unnes juga mengingatkan akan kewajiban atau harapan Unnes bagi para guru besar agar mampu menerbitkan jurnal internasional, karya momunental di bidang kelimuannya, paten, menulis buku, serta hadir di berbagai kegiatan keilmuan sesuai bidangnya di tingkat dunia, tidak hanya Asean. Juga mampu membuat bebagai inovasi pengajaran dan mampu meningkatkan gairah belajar para mahasiswa meski di masa pandemi covid-19 ini.

“Tidak ketinggalan, guru besar baru diharapkan bisa menjadi pencerah lewat visi misi Unnes sebagai kampus konservasi, bereputasi dan berwawasan internasional” tandas Prof Dr Fathur Rokhman MHum.

Prof Dr Rudi Hartono SS MPd merupakan pria kelahiran Tasikmalaya 7 September 1969, menempuh SD sampai SMA di kota Tasikmalaya, lulus sarjana Sastra Inggris Universitas Padjadjaran Bandung 1995, lulus Magister Pendidikan (S2) Bahasa Inggris Universitas Indonesia 2001 dan lulus doktor (S3) Linguistik Penerjemahan Universitas Negeri Surakarta 2011.

Suami dari Ani Rahdiyani SPd dan ayah dari Nur Islami Dini Hanifah SGz MGz serta Nur Hilmi Insan Muhammad ini membawakan pidato pengukuhan “Online-Based Tripartite Cycle Model” (Model Penerjemahan Kolaboratif Berbasis Daring) berdasarkan sejumlah hasil penelitian yang telah dilakukan dan presentasi di berbagai seminar beberapa tahun belakangan ini.

Berbagai jabatan penting pernah diembannya, di antaranya Kaprodi Pendidikan Bahasa Ingris FBS Unnes, Sekjur Bahasa dan Sastra Ingrris FBS Unnes, Ketua Jurusan bahasa dan Sastra Inggris FBS Unnes, serta anggota Senat FBS Unnes. Selain itu juga menjadi pembicara di banyak forum ilmiah internasional serta reviewer di banyak jurnal ilmiah nasional dan internasional. (sgi)

BERITA REKOMENDASI