Rumah Roboh, Ayah dan Anak Tewas

SEMARANG, KRJOGJA.com – Hujan deras mengguyur kota Semarang selain menggenangi jalan jalan langganan banjir, juga ada beberapa lokasi tanah longsor. Selain, itu juga terdapat rumah roboh mengakibatkan dua penghuninya ayah dan anaknya tewas.

Musibah rumah roboh terjadi, Kamis (20/2/2020) pagi menjelang subuh di kampung Kulitan, Jagalan Semarang Tengah. Korban tewas akibat tertimbun reruntuhan bangunan rumah kuno yang ambrol Sugeng (51) dan anaknya, Tomy Yulianto (25). Anak nomor tiga dari tiga bersaudara ini sebelum tewas sempat dilarikan ke rumah sakit Islam Sultan Agung, Semarang. Ia meninggal menyusul ayahnya selang sekitar lima jam dengan kejadian yakni sekitar pukul 10.45.

“Nyawa Tomy tidak terselamtakan, meninggal di rumah sakit. Kalau ayahnya meninggal pas kejadian,” jelas Ketua RT 4 RW 7, Kampung Kulitan Agus Sugito menanggapi dua warganya bapak dan anak meninggal secara tragis.

Musibah itu telah memukul Suwarni, istri almarhum Sugeng. Bahkan, ia yang mengetahui anaknya, Tomy menyusul ayahnya meninggal tidak mampu mengendalikan diri dan berulang kali jatuh pingsan.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi begitu mendengar musibah rumah roboh merenggut dua nyawa penghuninya tidak tinggal diam. Orang pertama di ibu kota Jawa Tengah mendatangi rumah duka menyampaikan berduka dan memberikan uang santunan.

Lebih lanjut Agus Sugito menjelaskan sebelum kejadian Sugeng dan anaknya, Tomy tidur di kamar ruang depan rumah bangunan kuno, sedangkan Suwarni tidur di kamar belakang. Di luar rumah hujan deras sejak sore harinya.

Namun, pada menjelang subuh sekitar pukul 04.15 tidak terduga bangunan rumah lantai dua bagian depan ambrol. Puing – puing serta atap yang sebagian dari bahan seng menimpa ayah dan anak yang lelap tidur. (Cry)

BERITA REKOMENDASI