Safari Bisnis Jaringan Saudagar Muhammadiyah Digelar di Unimus

Editor: Agus Sigit

LSEMARANG,KRJOGJA.com- Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) Prof Dr H Masrukhi MPd mengapresiasi berbagai upaya persyarikatan Muhammadiyah terkait peningkatan ekonomi amal usaha Muhammadiyah (AUM), termasuk acara Safari Bisnis Juragan Saudagar Muhammadiyah (JSM).

Hal tersebut disampaikan Prof Masrukhi saat pembukaan acara Safari Bisnis Juragan Saudagar Muhammadiyah (JSM) yang dilaksanakan di kampus Unimus, Sabtu (23/4/2022).

Hadir pada acara kerjasama JSM, Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (ME&K PWM Jateng ) dan Unimus ini di antaranya Ketua Pimpinan Pusat (PP) JSM Bambang Wijonarko, Ketua ME&K PWM Jateng Dr H Haerudin MT
dan Ketua ME &K PP Muhammadiyah H Herry Zudianto SE Akt MM (Keynote Speaker).

Acara diisi pula dengan penandatanganan MoU kerjasama antara DPP Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) dan PT Sinarmuhindo (Dedi Ahyadi) dan antara DPP JSM dengan UnimusFarm (Judie Artha Kusuma) . Juga business gathering sejumlah perusahaan ternama di Indonesia dengan moderator Bambang Wijonarko.

Sementara Ketua Umum Pimpinan Pusat Jaringan Saudagar Muhammadiyah (PP JSM) dalam kesempatan acara di Safari Bisnis JSM di kampus Unimus mengatakan, setelah tertunda 2 tahun lebih karena Pandemi Covid-19, akhirnya kali ini bisa dilakukan lagi.

“Safari Bisnis JSM sekaligus Soft Launching MBC (Muhammadiyah Business Center) sebagai program PP JSM, bisa diwujudkan di bulan April ini. Sebelumnya bulan Maret 2022 di kampus ITB AD (Institut Teknologi & Bisnis Ahmad Dahlan) Jakarta. Insyaa Allah Safari Bisnis & Soft Launching MBC JSM akan dilakukan tiap bulan hingga Muktamar Muhammadiyah ke-48 bulan November 2022 di kampus UMS Solo” ujar Bambang Wijonarko.

Menurutnya pula, Safari Bisnis JSM dilaksanakan dalam rangka konsolidasi dan koordinasi dalam membangun bisnis berjamaah sesama pengusaha Muhammadiyah dalam rangka membangun Close Loop Economy Muhammadiyah dan mewujudkan amanah Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar, Sulawesi Selatan. Yaitu menjadikan ekonomi menjadi Pilar ke-3 di Persyarikatan Muhammadiyah.
Sedangkan, hadirnya MBC yang menjadi program JSM adalah bentuk kongkret dalam membangun ekosistem bisnis berjamaah di lingkungan Muhammadiyah.

“Jenis bisnisnya bisa multi produk, tergantung dari potensi & peluang bisnis di sekitarnya,” pungkas Bambang. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI