Sambut Tahun Baru 2018, Desa Penyangkringan Tampilkan Pentas Seni

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL (KRjogja.com) – Dalam menyambut acara tahun baru biasanya beberapa kegiatan panggung hiburan musik digelar. Namun tidak demikian dengan Desa Penyangkringan Kecamatn Weleri gemerlap pesta tahun baru tidak didapatkan melainkan pagelaran seni budaya setempat yang ditampilkan.

Dengan judul Pentas Seni dan Budaya sebanyak empat grup yang semuanya berasal dari Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri ditampilkan. Grup kesenian yang tampil diantarnya Singobarong Ngesti Wargo Budoyo, campursaru Guyub Rukun, Rebana Baitul Iman dan bintang tamu Wahyu Turonggo Panuntun (WTP) dari Temanggung.

Kepala Desa Penyangkringan Bambang Supriyatmo kepada KRjogja.com Sabtu (30/12) mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk melestarikaan budaya jawa. Selain itu mengajak para generasi muda melalui Karang Taruna untuk bisa mengadakan kegiatan yang positip dan menumbuhkan cinta seni budaya lokal. "Dulu Desa Penyagkringan dikenal banyak pemuda yang peminum dan saat ini kami mengajak mereka untuk berkegiatan yang positip, dengan mencintai seni dan budaya mereka lebih memiliki manfaat,"ujar Bambang.

Lebih lanjut dikatakan pensiunan Pegawai di Dinas Kesehatan Provinsi Jogjakarta ini untuk kegiatan tahun baru lebih baik menggelar seni budaya daripada pesta-pesta yang bisa membuat image negatif. Di usiaya yang sudah tidak muda lagi, Bambang mengajak Karang Taruna Bibit Muda Desa Panyangkringan untuk lebih giat berkegiatan.

Ketua Karang Taruna Prawoto mengatakan ini akan menjadi kegiatan rutin tahunan, pasalnya warga Desa Penyagkringan memang haus hiburan. Kegiatan pentas seni dan budaya ini menampilkan setiap dukuh yang ada di Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri. "Rencana tampil empat dukuh namun satu dukuh mengundurkan diri,"ujar Prawoto. Sebenarnya satu tampilan Barongsai yang akan ditampilkan namun beberapa saat menjelang kegiatan mengundurkan diri.

Sementara itu Camat Weleri Marwoto menaruh apresiasi yang tinggi untuk Karang Taruna Desa Penyangkringan dan juga Kepala Desa Penyangkringan. "Kepala Desa Penyangkringan memang sudah tua namun semangatnya luar biasa, dan ini hanya dimiliki oleh Desa Penyangkringan,"ujar Marwoto. Karang taruna sebagai organisasi pemuda harus bisa memberikan contoh yang baik, dengan melestarikan Budaya Bangsa. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI