Sampah Terbakar Ganggu Belajar Siswa, Bupati Turun Tangan

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRJOGJA.com – Sampah menggunung di TPA Pagergunung Kecamatan pageruyung memunculkan asap karena terbakar. didekat TPA terdapat sekolah dasar yang sedang ada proses belajar mengajar. SD 2 Pagergunung Kecamatan pageruyung harus menerima asap tebal dari tumpukan sampah yang menggunung tersebut. Hampir setiap hari guru dan peserta didik harus terimbas asap dan bau tidak sedap dari TPA tersebut.  

Kasni salah seorang guru kelas Kasni, Rabu (24/7) mengatakan, asap yang muncul dari tumpukan sampah tersebut, setiap hari terbawa angin dan sampai di lingkungan sekolah. "Anak-anak sering mengeluh bau yang tidak enak karena asap yang dari tumpukan sampah yang terbawa angin," ujar Kasni.

Dikatakanya jika turun hujan aroma bau yang ditimbulkan semakin menyengat dan banyak siswa yang megeluh pusing dan mual-mual karena terkena asap dan bau tidak sedap tersebut. Pihak sekolah menyarankan kepada siswa untuk menggunakan masker.

Sementara itu Salah satu siswi Miska Fitriani, mengaku, sangat terganggu dengan adanya asap dan bau tidak sedap dari tumpukan sampah. "Bau dan asap sangat mengganggu tidak bisa konsentrasi dalam menerima pelajaran," ujar Miska.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, Sri Purwati, mengatakan, asap dari TPA Pagergunung timbul karena gas metan yang ada di dalam tumpukan sampah. Gas tersebut bila terkena sinar matahari bisa menyebabkan sumber api dan membakar sampah. "Kami selalu berupaya menekan munculnya asap tersebut. Kami rutin mengaduk-aduk tumpukan sampah untuk menekan munculnya sumber api," ujar Purwati.

Bupati Mirna Annisa mengaku sudah menerima laporan atas keluhan masyarakat tersebut, pihaknya sudah menugaskan kepada dinas terkait untuk melakukan pengkajian dan penanganan. "Keluhan masyarakat harus kita tindaklanjuti, asap yang ditimbulkan bisa menimbulkan penyakit dan kami tidak mau hal tersebut terjadi, untuk itu kami intruksikan agar cepat dan tepat ditranggulangi,"ujar Mirna.(Ung)

 

 

BERITA REKOMENDASI