Sanksi Tidak Bermasker, Ibu Sapu Pasar, Anak Digendong Kasatpol PP

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRJOGJA.com – Sanksi sosial tidak memakai masker sesuai dengan Perbup 51 Tahun 2020 mulai diterapkan setelah dilakukan sosialisasi beberapa kali. Sabtu malam (4/7) seorang ibu dengan menggendong anaknya tertangkap petugas Satpol PP karena tidak mengenakan masker.

Komarian warga Desa Winong Kecamatan Nganpel mengaku lupa tidak memakai masker saat akan mengajak anaknya jalan-jalan di alun-alun. “Saya lupa tidak memakai masker karena buru-buru, pas lagi momong anak di pancingan di bawa ke pos karena tidak pakai masker,”ujar Komariah.

Akibatnya Komariah menerima sanksi menyapu pasat Kendal bersama warga yang tidak memakai masker. Karena membawa anak ada fenomena nenarik, saat Komariah menyapu Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kendal Toni Ariwibo menawarkan menggendong anaknya.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Kendal Toni Ariwibowo mengatakan operasi masker gabungan TNI Polri Dishub Kendal dan Satpolkar untuk kali ini sanksi sosial dijatuhkan. “Sanksi berupa menyapu pasar kendal agar memberikan efek jera bagi warga yang tidak mengenakan masker,”ujar Toni.

Sementara itu Wakapolres Kendal Kompol Sumiarta mengatakan operasi gabungan dengan menyasar lokasi Alun-alun Kendal dan Taman Klorofil Taman Gajahmada dan Stadion Utama kendal. “Tempat keramaian di sekitar lokasi alun-alun, stadion dan taman klorofil serta taman gajah mada menjadi sasaran,”ujar Sumiarta.

Dikatakan untuk sanksi juga mulai diberikan kepada warga yang tidak mematuhi ketentuan protokol kesehtatan yaitu tidak memakai masker. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI