Satu Balita Meninggal, Kendal KLB Difteri

KENDAL, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal dr. Sri Mulyani menetaokan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri karena ditemukan kasus positif yang merenggur satu korban jiwa.

"Suatu daerah jika ada satu warga yang terkena positif difteri maka daerah tersebut dinyatakan KLB Difteri di Kabupaten Kendal sudah ada satu kasus difteri dan saat ini yang bersangkutan meninggal dunia,"ujar Sri Mulyani Kamis (14/11).

Langkah yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal membentuk tim investigasi dan melaporkan kejadian pasein meninggal karena Difteri kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. "Kami langsung melakukan imunisasi ulang difteri kepada warga disekitar kejadian agar bakteri tidak menyebar,"lanjutnya. 

Sri Mulyani menjelaskan balita bernama M.Rindata Adi Nugraha balita di Kendal meninggal dunia akibat penyakit difteri pada Rabu (13/12/2017) pukul 01.30 WIB dini hari di RSUP Dr Kariadi, Semarang. Balita usia 4 tahun itu berasal dari desa Sambongsari, Kecamatan Weleri, Kendal. 

Saat didatangi di rumahnya orang tua Muhamad Rindata Adi Nugraha tidak kuasa menahan sedih. Anak pertamanya meninggal dunia akibat penyakit difteri. Menurut dia, anaknya mengeluh sakit di tenggorokan dan badannya panas sejak Jumat lalu.

"Kami sempat membawa anak kami ke dokter dekat rumah. Namu, panas tidak turun dan kondisi fisik semakin menurun. Kami selanjutnya membawa ke RSI Weleri untuk penanganan lebih lanjut. Di RSI Kendal dokter menyarankan agar dirujuk ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap agar bisa ditangani intensif," ujar Darmadi, orang tua Rindata.

Hari Selasa, menurut Rindata anaknya mendapat perawatan namun kondisinya sudah semakin turun. Meski sudah ditangani dengan baik, kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia Rabu (13/12) dini hari. (Ung)

BERITA REKOMENDASI