Secara Virtual, Unnes Lakukan Pengabdian Masyarakat untuk SMKN 1 Karimunjawa

SEMARANG,KRJOGJA.com- Dua dosen FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes) Prof Dr Zaenuri SE MSi Akt dan Dr Nurkaromah Dwidayati MSi melakukan pengabdian masyarakat untuk para siswa, guru dan karyawan SMKN 1 Karimunjawa, Jepara. Mengingat kondisi pandemi, pengabdian dilakukan dari kampus Unnes Semarang secara virtual, Jumat (9/10/2020).

Pengabdian yang diikuti sebagian besar guru dan siswa ini dibuka Ketua Tim Pengembang Sekolah di SMKN 1 Karimunjawa Sigit Aji Riyanto S.Kel mewakili kepala sekolah. Sekolah menyampaikan rasa terimakasih karena Unnes untuk kesekian kalinya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Karimunjawa, khususnya di SMKN 1 Karimunjawa.

“Kegiatan tahun ini bersifat khusus karena pandemi sehingga menggunakan media vicon atau online tanpa mengurangi inti dari kegiatan. Pengabdian lewat online juga sebagai salah satu sarana jalinan silaturahmi” ujar Sigit Aji Riyanto S.Kel saat membuka acara.

Pada paparan berjudul “Pelatihan Pengendalian Laju Erosi Bagi Siswa SMKN Karimunjawa Untuk Meminimalkan Kerusakan Ekosistem Terumbu Karang” tim pengabdian Unnes menyampaikan terumbu karang pada Taman Nasional Karimunjawa sudah sangat berkurang pada tahun 2016 karena terjadi pemutihan dan pada beberapa lokasi disebabkan oleh aktifitas wisatawan yang sangat tidak ramah lingkungan.

“Pada tahun 2019 terjadi penurunan drastis disebabkan banyaknya kapal tongkang yang tak berizin melakukan parkir di dekat pulau sehingga, terumbu karang yang terdapat pada perairan dangkal sangat rentan dengan kerusakan. Kapal-kapal tersebut juga berpotensi mencemari air laut dengan ceceran minyak saat bergerak” ujar Prof Zaenuri.

Menurut Prof Zaenuri yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik Unnes ini, beberapa faktor menyebabkan terumbu karang rusak di antaranya penggunaan potas dan cantrang nelayan, coral bleaching, dan kapal tongkang. Kapal tongkang batubara memberikan dampak terparah bagi terumbu karang.

Dengan mengutip hasil penelitian LIPI-Undip yang didanai DDRF (Drive Demand Research Fund), Prof Zaenuri menyebut nilai total kerugian kerusakan terumbu karang di Kepulauan Karimunjawa sebesar Rp11.175.979,69 per meter persegi per-tahun akibat aktifitas manusia di perairan pantai utara Jawa. Sehingga kesadaran penyelamatan terumbu karang dan lingkungan laut di Karimunjawa sudah harus diedukasi ke masyarakat sejak usia sekolah agar kesadaran lingkungan tertanam sejak usia sangat muda. (sgi)

BERITA REKOMENDASI