Selama Penerapan PPKM Darurat di Semarang, 351 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRjogja.com – Diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat darurat (PPKMD) dalam upaya memutus penyeberan virus korona di Semarang dilakukan kerja keras telah membuahkan hasil. Ini,terbukti dari katogori merah menjadi kuning.

“Alhamdulillah dari hasil kerja keras kondisi Semarang dalam penyebaran virus Corona yang semula dikatagorikan merah telah menurun menjadi kuning”, ungkap Kapolrestabes Semarang Konbes Pol Irwan Anwar kepada wartawan, Minggu(9/7,2021).

Menurut Kombes Irwan kasus baru masyarakat yang terpapar covid-19 setelah diterapkannya PPKMD relatif terkendali . Bahkan, menurun..Ini,dapat dilihat dari data dalam sepekan 3 sampai 9 Juli 2021, angka menurun 104, yakni dari 1645 menjadi 1.541 penderita (enam persen). Sebaliknya, grafik angka kesembuhan terus naik.Adapun, ketersediaan tempat tidur pasien bed occupancy rate (BOR) sebelum PPKM Darurat yang terpakai diatas angka 80 an persen dari yang tersedia 2.359 tempat tidur dan sekarang terpakai turun menjadi 78,9 persen.

Walau, di ibu kota Jawa Tengah selama diberlakukan PPKMD ada penurunan jumlah korban yang terpapar Corona ada kecenderungan menurun, namun aparat kepolisian bersama Satgas Covid-19 tidak boleh lengah. Apalagi, masih ada beberapa kecamatan ,seperti Tembalang tinggi tidak turun, Semarang Barat dan Banyumanik selama seminggu terakhir tinggi dan naik. Sedangkan Kecamatan Pedurungan kasus covid turun tapi masih tinggi.

Walau,secara umum kasus covid -19 sejak diterapkannya PPKM di Semarang cenderung menurun, namun tidak membuat aparat kepolisian bersama Satgas Covid-19 lengah. Kerja keras untuk memutus penyebaran covid-19 terus digalakkan.Diantaranya, dengan vaksin massal, penyemprotan disinvectan tingkat micro dan macro, bansos, pengecekan kawasan industri, pembubaran kerumunan, pemberian sanksi sosial, penertiban prokes pada pasar tradisionaldan penyekatan dan atau penutupan jalan (kawasan).

BERITA REKOMENDASI