Semen Indonesia Gelar Pelatihan Media Sosial

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJOGJA.com – Pgs Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk kembali menggelar pelatihan media sosial bertajuk “Bicara Baik”, bersama 50 penggiat media sosial yang berada di Makassar dan sekitarnya di Goedang Poepsa, Makassar, Kamis (18/10).

Sigit Wahono mengatakan hal ini kepada krjogja.com di Semarang Jumat (19/10). Menurutnya, Makassar merupakan kota keempat dalam rangkaian acara #BicaraBaik yang digelar Semen Indonesia. Acara serupa juga telah digelar di Rembang, Surabaya dan Tuban. Kali ini para peserta diajak untuk berbagi pengalaman bersama Marischka Prudence (travel blogger) dan Tumming Abu (content creator). Tak hanya sekedar traveling dan blogging, mereka mengubah hobinya menjadi sebuah peluang usaha.

“Kegiatan #BicaraBaik bersama para influencer ini digelar sebagai wadah sharing pengalaman dan berbagi ide bagi para penggiat media sosial. Dari kegiatan ini, Semen Indonesia berharap agar generasi muda dan netizen dapat memanfaatkan media sosial dengan bijak,” tutur Sigit Wahono.

Menurut Sigit, jika media sosial dapat dimanfaatkan dengan baik, akan bisa memberikan pengaruh positif bagi lingkungan. Generasi muda adalah masa depan bangsa, dengan kreatifitas yang mereka miliki akan dapat menghasilkan karya yang bermanfaat.

“Dengan diskusi ini, Semen Indonesia berharap kedepan para pengguna media sosial muda lebih bijak dalam menggunakan media sosial dengan membuat konten-konten yang kreatif dan bermanfaat. Jika bisa memanfaatkan para penggiat media sosial dapat menjadi creativepreneur atau content creator yang dapat membuka peluag usaha, katanya.

Selain kegiatan sharing session media sosial, melalui acara ini perseroan juga menunjukkan kepeduliannya terhadap korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala dengan memberikan bantuan berupa uang tunai yang disalurkan melalui Semen Tonasa.

Sebelumnya Semen Tonasa telah memberikan bantuan berupa sembako, tim medis dan beberapa sukarelawan untuk membantu korban gempa di Palu dan Donggala dan masih berlangsung hingga sekarang. (Bdi)

 

BERITA REKOMENDASI