Semen Indonesia Realisasikan Program Pemberdayaan Masyarakat

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJOGJA.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. berkomitmen menjalankan program pemberdayaan masyarakat melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR), kepada desa-desa di wilayah pengembangan perusahaan. Di Kabupaten Tuban, perusahaan telah melakukan program pengembangan masyarakat untuk 26 desa dan 3 kecamatan dengan nilai total  Rp7,25 miliar.

Demikian dikatakan Pgs. Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia, Sigit Wahono, kepada wartawan di Semarang Kamis (29/11). Program pemberdayaan yang dilakukan perusahaan merupakan hasil masukan dari masyarakat.

“Pada tahap awal, masing-masing desa dan kecamatan menyusun proposal program melalui musyawarah dan Focus Group Discussion (FGD). Dari ajuan proposal tersebut, tim yang terdiri dari perwakilan perusahaan, desa, kecamatan dan kabupaten melakukan verifikasi final untuk  menentukan program yang akan direalisasikan. Pemilihan program diprioritaskan pada proposal yang bersifat pemberdayaan,” tutur Sigit Wahono.

Menurut Sigit Wahono, pelaksanaan CSR perusahaan lebih diprioritaskan pada program pemberdayaan masyarakat, yang selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Tuban, yaitu pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, usulan program diharapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar tepat sasaran dan dapat mendukung program pemerintah daerah tersebut”.

Tahun ini Semen Indonesia menerima pengajuan proposal sebanyak 204 proposal. Namun, proposal yang memenuhi verifikasi hanya 190 proposal, yang terdiri dari 114 kategori pemberdayaan masyarakat dan 76 kategori pembangunan sarana dan prasarana. Perusahaan melakukan pendampingan sejak penyusunan proposal sampai dengan saat pelaksanaan program, sehingga bisa sesuai dengan rencana yang sudah disepakati dari hasil musyawarah dan FGD oleh Forum Masyarakat Kokoh (FMK) di desa.

"Setelah selesai kegiatan, perusahaan juga akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan. FMK sebagai pelaksana program dapat memberikan laporan yang obyektif dan akuntabel sehingga dapat menjadi referensi untuk program selanjutnya," tutur Sigit Wahono. (Bdi)

BERITA REKOMENDASI