Semen Indonesia Rekrut Warga Rembang

Editor: Ivan Aditya

REMBANG (KRjogja.com) – Hampir 2.000 warga Rembang diserap PT Semen Indonesia Rembang sebagai tenaga kerja untuk menyelesaikan proyek pabrik Semen Indonesia Rembang. Hal tersebut tentunya disambut gembira warga masyarakat di wilayah ring 1, 2 bahkan 3 sekitar pabrik semen.

Perekrutan tenaga kerja tersebut menurut Sudardji, tokoh masyarakat Desa Tegal Dowo telah membawa perubahan besar bagi mata pencaharian masyarakat sekitar. "Dulu di sini banyak pembalakan liar yang dampaknya pada kerusakan lingkungan, tapi setelah ada lapangan kerja di Semen Indonesia Rembang, maka banyak masyarakat yang terserap sebagai pekerja proyek. Juga para ibu-ibu di sini banyak yang membuka warung dan kantin di areal proyek. Kondisi inilah yang membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat di sini,” ungkap Sudardji kepada KRjogja.com, Sabtu (27/08/2016).

Sakir, seorang warga Pasucen bahkan mengaku sebelum ada proyek Semen Indonesia di rembah dirinya kerja serabutan. Bahkan diakuinya sesekali balak kayu-kayu jati milik Perhutani untuk kemudian dijual.

"Saya mengakui hal tersebut salah dan melanggar hukum, tapi apa mau dikata, saya butuh makan dan di wilayah sini tak ada lapangan kerja. Namun setelah ada proyek dan bisa bekerja di rekanan proyek, maka penghasilan saya sekarang sudah menjadi Rp 5 juta per bulan,” akunya.

Diakui oleh Heru, Pimpinan Proyek Semen Indonesia Rembang ada sekitar 1.800an tenaga kerja yang direkrut dari wilayah sekitar lokasi proyek. Mereka ikut merasakan kehadiran pabrik Semen Indonesia Rembang memberi manfaat bagi perekonomian mereka.

Meski manfaat telah dirasakan masyarakat, namun diakui masih ada yang melakukan penolakan terhadap keberadaan pabrik semen di Rembang. Sekelompok penolak tersebut justru dari luar masyarakat Rembang yang memanfaatkan sebagian kecil penduduk untuk menentang berdirinya pabrik semen. (Cha)

BERITA REKOMENDASI