Senator Abdul Kholik Kebanjiran Aspirasi Ulama Jawa Tengah

Editor: Ary B Prass

 

 

SEMARANG, KRJOGJA.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI yang juga Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Dr Abdul Kholik MSi bersilaturahmi dengan jajaran pengurus tiga masjid besar di Jawa Tengah, yaitu Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Agung Kauman, Kota Semarang dan Masjid Raya Baiturrahman Jawa Tengah. Dalam silaturahim tersebut “Senator” Abdul Kholik menyatakan rasa puas menerima masukan tentang berbagai hal, termasuk para ulama mendukung berbagai gagasannya dalam rangka memperjuangkan aspirasi masyarakat Jawa Tengah.

 

Dalam dialog yang di Ruang Rapat MAJT, dipandu Wakil Sekretaris MAJT, Drs H Istajib AS, Kamis (16/12/2021), Abdul Kholik diterima Sekretaris Pengurus Pengelola MAJT Drs KH Muhyidin MAg, Ketua Bidang Ketakmiran MAJT KH Hadlor Ikhsan, Ketua Takmir Masjid Raya Baiturrahman, Dr KH Multazam Ahmad, Ketua Masjid Agung Semarang KH Hanif Ismail, Wakil Ketua MAJT yang juga Rektor Universitas Dian Nuswantoro, Prof Dr Edy Nursasongko, dan sejumlah pengurus tiga masjid lainnya.

“Alhamdulillah banyak masukan-masukan penting dan substansial yang saya peroleh dari silaturahmi ini, kami berjanji akan menindaklanjuti dengan sebaik-baiknya,” tegas Abdul Kholik menjawab pers, usai pertemuan.

Pertama respons para ulama tentang obsesinya untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai sentra sekaligus pelopor produk halal guna melaksanakan amanat UU 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Ide tersebut direspons penuh para ulama, mengingat Jawa Tengah memiliki concern yang tinggi dalam melaksanakan jaminan produk halal dalam berbagai hal.

Skema yang digagas Abdul Kholig melalui Badan Penyelengara Jaminan Produk Halal dan lewat Ikrar Halal yang dapat dimanfaatkan oleh para UMKM dengan pola pendampingan.

Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jawa Tengah yang juga pengurus MAJ T, KH Eman Sulaiman menekankan pentingnya jaminan wisata halal di setiap objek wisata, mengingat masih banyak kepala daerah termasuk para pengelola wisata yang mengartikan wisata halal sebagai Islamisasi. Padahal yang benar bagaimana pengelola wisata mampu memberi jaminan makanan halal dan fasilitas halal yang menjadi kebutuhan umat Islam ketika berwisata.

“Justru muaranya bila diterapkan wisata halal akan banyak warga muslim yang berwisata karena ada jaminan halal. Justru daerah yang menerapkan wisata halal ini akan kebanjiran arus wisatawan nusantara maupun mancanegara. Terbukti sejumlah negara di Eropa dan Singapura justru telah siap menerapkan wisata halal karena tingginya wisatawan muslim yang datang ke negaranya,” tegasnya.

BERITA REKOMENDASI