Senator Abdul Kholik Kebanjiran Aspirasi Ulama Jawa Tengah

Editor: Ary B Prass

Aspirasi berikutnya terkait tingginya angka pernikahan dini dan perceraian di Jawa Tengah. Hal tersebut dikemukakan Ketua BP4 Jawa tengah Dr H Nur Khoirin yang perihatin atas banyaknya pengajuan dispensasi nikah dini akibat hamil di luar nikah dan berkorelasi terhadap angka perceraian yang menduduki peringkat pertama di Indonesia. Pihaknya juga meminta kepada para ulama dalam menyampaikan kutbah di masjid-masjid ikut mendorong pencerahan tentang bahaya dan dampak buruk nikah dini.

Dispensasi nikah yang dikeluarkan Pengadilan Agama Jawa Tengah pada 2019 sebanyak 3.865 kasus dan pada 2020 meningkat menjadi 12.972 kasus nikah di bawah umur.

Menurut Kiai Nur Khoirin, sebagian besar yang mengajukan orang tua dari calon pengantin perempuan yang umurnya belum mencapai 19 tahun sebanyak 11.972 dan sisanya 1.671 diajukan orang tua calon pengantin laki-laki yang juga umurnya belum 19 tahun.

“Menikah pada usia yang belum matang menimbulkan berbagai kerawanan, diantaranya KDRT, Perceraian dan stunting,” tegasnya.

Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail LC yang juga Wakil Ketua PP MAJT mengemukakan pentingnya dilakukan bedhol pesantren yang surplus Dai untuk disebar ke daerah-daerah yang memerlukan guna membina dan memantapkan keimanan umat Islam di daerah terpencil.

Kemudian Ketua Gerakan Nasional Antinarkoba (Ganas Annar) MUI Jawa Tengah Dr KH Multazam Achmad memaparkan kasus narkoab di Jawa Tengah yang makin berkembang sehingga perlu upaya penyelamatan generasi muda dan masyarakat dari bahaya narkoba. Multazam mengajak Abdul Kholik bekerjasama untuk membuat program pembentengan dari bahaya narkoba.

Abdul Kholik juga berjanji akan memperjuangkan ahlak berlalu lintas menjadi salah satu kurikulum di sekolah, mengingat pelanggaran lalu lintas yang mencapai 23 ribu kasus lalin dengan 4000 kematian per tahun menunjukkan kedisiplinan berlalu lintas terutama generasi muda masih rendah. (Isi)

BERITA REKOMENDASI