SMA Negeri 11 Semarang Semprot Disinfektan Akhir Tahun

Editor: Ivan Aditya

SEMARANG, KRJOGJA.com – Tingginya angka keterjangkitan Covid 19 di Kota Semarang membuat berbagai pihak sibuk mengantisipasi penyebaran dengan berbagai cara, termasuk pelarangan kegiatan keramaian malam tahun baru, hingga mempersering penyemprotan disinfektan di tempat umum.

SMA Negeri 11 Semarang yang memiliki peralatan lengkap penanganan dan pengendalian Covid-19, pada menjelang pergantian tahun melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan. Penyemprotan dilakukan Kamis (31/12/2020) siang dibantu prajurit TNI AD dari Babinsa dan Koramil 13 Semarang Selatan.

“Kami memiliki peralatan dan larutan disinfektan, namun tenaganya terbatas karena para guru sebagian bekerja dari rumah. Jadi kami dibantu bapak-bapak tentara untuk melakukan penyemprotan di sekitar wilayah kampus yang terdapat banyak rumah penduduk,” ujar Kepala SMAN 11 Semarang Drs Supriyanto MPd.

Penyemprotan dilakukan agar wilayah benar-benar aman dari Covid 19. Meski pemerintah dan aparat menghimbau agar tidak ada kegiatan keramaian, namun wilayah menurut Supriyanto dikehendaki tetap steril dari virus Corona.

“Karenanya mumpung sepi kali lakukan penyemprotan yang diawali dari sekolah lalu luar pagar hingga masuk ke perkampungan hingga radius 200 meter. Kami juga himbau agar warga mematuhi protokol kesehatan sebagaimana ditegaskan pemerintah,” ujar Supriyanto.

Sebagai satu-satunya institusi pendidikan yang ada di wilayah Lamper Tengah Semarang Selatan, SMA Negeri 11 Semarang menurut kepala sekolahnya ikut berperan aktif membina dan mendidik warga di lingkungannya bersama Muspika , antara lain aparat Kecamatan, Koramil dan Polsek.

“Kami menguatkan apa yang telah menjadi program pemerintan di tengah masyarakat. Caranya selain terjun langsung mengajak komunikasi warga, juga melalui orang tua yang anak-anaknya menjadi anak didik (andik) kami. Sebab hampir sebagian besar murid kami adalah warga sekitar sekolah,” ungkap Supriyanto.

Dirinya berharap, malam pergantian tahun ini benar-benar aman, tak menimbulkan dampak peningkatan Covid-19. Para orang tua didik pun sudah diwanti-wanti agar tidak membebaskan anak-anaknya mengatakan acara di luar rumah pada malam pergantian tahun.

“Kami punya cara sendiri untuk memantau anak didik (andik), termasuk kami wajibkan mengaktifkan handphone masing-masing pada malam pergantian tahun agar mudah mengeceknya,” ungkap Supriyanto. (Cha)

BERITA REKOMENDASI