SMK Binaan Djarum Foundation Jadi Role Model

Editor: Ivan Aditya

KUDUS, KRJOGJA.com- Keberhasilan sejumlah sekolah kejuruan (vokasi) binaan Djarum Foundation dijadikan role model oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Provinsi tersebut ingin mencontoh mengembangkan dunia pendidikan sekolah kejuruan di daerahnya dengan menggandeng pihak swasta.

“Kami ingin belajar bagaimana swasta turut andil dalam membangun pendidikan khususnya di sekolah kejuruan, seperti yang dilakukan Djarum Foundation,” ujar
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Disdikbud Provinsi Kaltim, Deslan Nispayani di sela kunjungannya di SMK PGRI 2 Kudus, Selasa (15/11/2021).

Rombongan sebanyak 44 peserta yang terdiri dari pejabat Disdikbud dan juga Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kaltim selama seharian mengunjungi sekolah- sekolah vokasi di Kudus binaan Djarum Foundation. Di antaranya, SMK Raden Umar Said, SMK NU Banat, SMK NU Ma’arif, SMK Duta Karya, SMK Wisudha Karya, serta SMK PGRI 1 dan PGRI 2 Kudus. “Kami menyaksikan sendiri kontribusi swasta di Kudus sangat besar, khususnya Djarum Foundation,” ungkapnya.

Hal itulah yang ingin dicoba diterapkan di Kaltim. Di mana sekolah- sekolah di sana bisa meyakinkan pihak swasta untuk turut mengembangkan pendidikan di SMK. Baik dari segi infrastruktur atau kultur pendidikannya. Pihaknya ingin belajar lebih dalam lagi bagaimana sekolah bisa terhubung dengan dunia industri dan pihak swasta lain seperti yang dilakukan Djarum Foundation.

“Kami ingin pihak swasta di Kaltim dapat meniru Djarum Foundation. Tentu tidak bisa sembarangan memilih sekolah yang akan dibantu,” jelasnya.

Di Kaltim sendiri, banyak perusahaan swasta besar yang turut membantu pengembangan pendidikan. Hanya saja memang tidak sampai terjun terlalu dalam. Secara pembelajaran baik di Kudus maupun di wilayahnya, sebenarnya hampir sama. Semua kejuruan yang dikunjunginya juga relevan dengan keadaan di sana, di antaranya rekayasa perangkat lunak, kemaritiman, pariwisata, hingga tata boga.

Deslan berharap, dengan studi bandingnya ke Kudus, pihaknya bisa menerapkan ilmu untuk menarik minat swasta agar dapat membantu pengembangan pendidikan di Kaltim.

“Begitu datang, kami merasa menang. Maksudnya menangis ketika membandingkan SMK di tempat kami dengan keberhasilan SMK di Kudus binaan Djarum Foundation.
Kami studi banding ke Kudus ini karena Bapak Gubernur Kaltim sangat concern dalam memajukan dunia pendidikan di daerahnya,” katanya.

Sementara, Program Associate Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Theresia Zeldagne Loudoe menyatakan, hingga saat ini terdapat 18 SMK di Kudus dengan 21 bidang kompetensi menjadi binaan Djarum Foundation. Jurusan bdang kompetensi, antara lain animasi, rekayasa perangkat lunak, pariwisata, tata boga, tata busana, perhotelan, operasional hotel, hingga beauty and spa.

Semaksimal mungkin Djarum Foundation ingin menciptakan SDM berkualitas dan berkompeten, sehingga ketika siswa- siswi lulus dari sekolah memiliki kemampuan unggul dan mudah mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Banyak lulusan SMK Binaan Djarum Foundation yang melanglang di luar negeri. Bahkan, karena kompetensi yang dimiliki, belum sampai lulus sudah dipesan perusahaan-perusahaan swasta,” terangnya.

Theresia pun menyebutkan sekolah yang bisa menjadi mitra binaan Djarum Foundation adalah sekolah yang punya peta yang jelas. Sehingga pihak swasta bisa turut mengerti apa yang akan dipersiapkan untuk membentuk SDM berkualitas. Tidak hanya bantuan fisik saja kemudian selesai ditinggalkan, tapi pembentukan karakter siswa juga harus diperhitungkan sekolah. (Trq)

BERITA REKOMENDASI