SMK Jateng Getol Kembangkan Teaching Factory

SEMARANG,KRJOGJA.com- Menjawab tudingan yang sudah menjadi isu nasional kalau SMK sebagai penyumbang pengangguran terbesar dan menempati urutan pertama di Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 13,20 persen (data BPS 2020), semua SMK di Jateng (1.595 SMK baik negeri maupun swasta) getol menerapkan kurikulum yang dianggap paling sesuai dengan SMK, yaitu kurikulum berdasarkan teaching factory.

“Sedangkan keterserapan pada dunia usaha dunia industri (DUDI) akibat pandemi covid-19 mengalami penurunan. BPS melansir data dari total penduduk usia kerja yang terdampak covid 19 sebesar 14,68%” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi JawaTengah Dr Hari Wuljanto SPd MSi didampingi Kepala SMKN 6 Semarang Dra Almiati Msi dan Kepala SMKN Bawen Imam Syafii STP kepada pers Rabu (11/5/2021).

Menurut Dr Hari Wuljanto, kondisi tersebut sebagai tantangan besar bagi SMK untuk menyiapkan tenaga terampil penopang industri. Sehingga nawacita Presiden Jokowi yang memprioritaskan pendidikan vokasi sudah sangat tepat. Melalui inpres No 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK, pendidikan vokasi diharapkan melakukan revitalisasi dengan penyelarasan kurikulum dengan industri, meningkatkan kerjasama dengan industri, meningkatkan pemenuhan dan peningkatan kompetensi pendidik serta melakukan sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK.

BERITA REKOMENDASI