Soal Batalnya Keberangkatan Haji, GP Ansor Jateng Dihadapkan Pada Pilihan Pahit Tapi Realistis

Editor: Ary B Prass

SEMARANG, Krjogja.com– Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah H Sholahuddin Aly atau Gus Sholah memaklumi keputusan pemerintah yang meniadakan keberangkatan jemaah haji tahun 2021.

“Keputusan membatalkan keberangkatan jemaah haji 2021 merupakan pilihan pahit tapi paling realistis,” ungkapnya, dalam rilis ke media massa, Minggu (6/6/2021).

Menurutnya, kabar yang dirilis Arab saudi hanya membatasi 60 ribu jemaah dengan rincian 15 ribu jamaah domestik dan 45 ribu jamaah luar negeri.

“Jemaah 45 ribu kalau dibagi ke seluruh negara-negara berpenduduk muslim tentu terbatas,” katanya. Sebagai ilustrasi, lanjutnya, tahun 2019 lalu, Indonesia mendapatkan kuota 231 ribu jamaah.

Hingga kini, tambah Gus Sholah, Arab Saudi belum membuat petunjuk teknis dan belum mengundang negara-negara yang akan memberangkatkan jamaah haji untuk berdialog serta membagi kuota. Padahal waktunya sudah dekat sekali.

Sedangkan penyelenggaraan pemberangkatan jemaah haji membutuhkan persiapan khusus yang terperinci dan harus disiapkan jauh hari.

Keputusan pemerintah ini pasti didasari pertimbangan agama yakni menjaga keselamatan jamaah di masa pandemi global bahkan ada mutasi varian baru Covid 19, merupakan sesuatu yang tidak bisa ditunda.

“Apalagi masa pandemi butuh perlakuan khusus. Maka, menjaga keselamatan jiwa harus diutamakan,” tegasnya.

Gua Sholah berharap, ke depan pemerintah perlu mendorong dialog multilateral guna membahas penyelenggaraan haji. Mengingat ini tahun kedua Saudi tidak membuka akses jemaah luar negeri untuk melaksanakan ibadah haji.

Dia mengajak calon jemaah mengambil hikmah dari penundaan ini, bersabar dan mengikuti keputusan pemerintah. “Insyaallah itu yang terbaik, karena keputusan sudah diambil mempertimbangkan banyak hal terutama menghitung risiko,” tegasnya.

Terkait beredarnya kabar hoaks soal keberngkatan haji, Gus Sholah mengajak masyarakat bersama-sama memberikan pemahaman yang benar. Jangan terpengaruh kabar bohong yang bertujuan menimbulkan kegaduhan dan sengaja diciptakan untuk terjadinya perpecahan.

“Biasakan cek dan  recek informasi. Jangan hanya mengambil informasi dari satu pihak saja juga yakini kredinolitas informasinya,” tandasnya.(Isi)

 

BERITA REKOMENDASI