Solar Bersubsidi Sulit, Nelayan Kendal Menjerit

Editor: Agus Sigit

KENDAL, KRjogja.com – Antri solar bersubsidi kini sering dijumpai di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kabupaten Kendal. Nelayan di Kabupaten Kendal yang berjumlah sekitar 10ribuan tersebut harus antri setiap hari untuk mendapatkan 100liter Solar bersubsidi untuk menjalankan perahunya ketengah laut untuk mencari ikan.

“Sudah beberapa bulan ini kami mengantri untuk mendapatkan solar, sejak jam 05.00 pagi kami mengumpulkan rekom dan mengantri kan jerigen lalu kami pulang jerumah dan datang kembali jam 09.00, sampai saya mendapatkan solar bersubsidi, bisa sampai sore bahkan sampai keesokan harinya,”ujar Musaroh.

Kebanyakan yang antri solar bersubsidi adalah ibu-ibu karena suami mereka sedang di laut, mereka bergantian dengan suami setelah datang dari laut. “Saya mengantri solar suami dilaut, setelah sampai rumah gantian saya yang mengolah ikan suami yang antri sampai mendapatkan solar, begitu setiap hari, kami butuh waktu sendiri untuk antri solar dan tidak bisa langsung sehari dapat,”lanjutnya.

Hal yang sama dikatakan oleh Murdiyani warga Tawang barat, dirinya rela menibggalka anaknya yang masih kecil demo mendapatkan solar agar suaminya bisa melaut. “Untuk antri seperti ini anak saya masih bayi saya titipkan ibu karena harus mengantri solar, karena tidak mesti setiap hari dapat maka suami saya juga tidak bisa setiap hari melaut tergantung solar yang kami dapat,”ujar Murdiyani.

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Drh. Hudi Sambodo Selasa (10/8) mengatakan saat ini kuota Solar yang disubsidi pemerintah untuk para nelayan masih terbatas. Tercatat pada tahun 2021 ini nelayan Kendal hanya dijatah 7.150 kiloliter (Kl) Solar subsidi oleh pemerintah melalui Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang seharusnya kebutuhan Solar nelayan Kendal yang mencapai 11.400 Kl selama 1 tahun. Artinya hanya sekitar 65 persen saja.

“Kebutuhan kami hanya tercapai 65 persen saja dan ini jelas kami kesikitan dalam mengaturnya, sehingga antrian sudah pasti akan selalu ada,”ujar Hudi.

Hudi Sambodo lebih lanjut mejelaskan sesuai dengan arahan Bupati Kendal Dico M Ganinduto melihat kondisi yang seperti ini, Pemerintah Kabupaten Kendal akan berupaya mecari solusi yang terbaik agar persoalan masyarakat dapat terselesaikan dengan baik.

BERITA REKOMENDASI