Stok Pupuk Tinggal 30 Ton

Editor: Ivan Aditya

GROBOGAN (KRjogja.com) – Petani  di Kabupaten Grobogan kelabakan akibat pupuk subsidi di tingkat kelompok tani kosong. Padahal saat ini tanaman padi musim tanam pertama (MT-1) sudah mulai dipupuk. Pupuk yang kosong tersebut jenis NPK dan SP36. Sedangkan jenis urea stok masih cukup.

“Berdasarkan pendataan kami, stok pupuk jenis NPK dan SP36 masing-masing tinggal 30 ton. Sedangkan kebutuhan petani saat ini untuk pupuk NPK sebanyak 1.950 ton dan pupuk SP36 sebanyak 3.300 ton,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (Dinpertan TPH) Grobogan, Ir Edhie Sudaryanto MM kepada KRjogja.com, Jumat (25/11/2016).

Pada MT-1, luas tanam padi di Grobogan ada 58.150 hektare. Tanaman padi seluas itu selain membutuhkan pupuk urea, juga NPK dan SP36. Namun ketika masa pemupukan tiba, hanya jenis urea yang tersedia cukup.

“Saya sudah usul ke Kementrian Pertanian, tapi belum ada jawaban. Jika sampai minggu pertama Desember 2016 belum juga bisa teratasi, kami khawatir akan mempengaruhi produktivitas hasil panen. Padahal Grobogan dijadikan andalan Jateng dan nasional karena kontribusi beras untuk membantu stok pangan nasional tiap tahunnya cukup besar dibanding daerah lain,” tegas Edhie.

Menurutnya, kekurangan kedua jenis pupuk yang dialami petani Grobogan bukan karena stok jatah pemerintah kurang, melainkan karena akibat bertambahnya luas lahan tanam pada MT-1. Jika sebelumnya lahan ditanami kedelai, pada MT-1 kali ini beralih ditanami padi. Hal ini karena kondisi musim kemarau tahun ini yang cenderung basah.

“Perubahan iklim yang terjadi di pertengahan tahun ini memicu peralihan pola tanam oleh sebagian petani. Yakni, biasanya tanam palawija beralih tanam padi. Hal ini dilakukan lantaran tanaman palawija rentan gagal panen apabila ada curah hujan tinggi. Ada peralihan lahan kedelai ke tanaman seluas 5.000 hektare,” terang Edhie. (Tas)

BERITA REKOMENDASI