Sulit Cari Lowongan, Wabah Corona Tak Halangi Minat Kerja ke Korea

SEMARANG, KRJOGJA.com – Wabah virus Corona yang melanda hingga Korea Selatan, tak membuat surut Warga Negara Indonesia (WNI) untuk mendaftar sebagai TKI di sana. Buktinya, Selasa (3/2/2020) ada sekitar 24.000 pendaftar Calon TKI ikuti seleksi untuk memenuhi kebutuhan 3.300 tenaga kerja pabrik di Korea Selatan.

Dijumpai di Kampus Universitas Negeri Semarang (Unnes) sebagai tempat seleksi, ada 17.000 pendaftar. Sedangkan 7.000 lainnya mendaftar di Bandung.

Kepala Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jawa Tengah, Abi Rahman mengungkapkan, minat masyarakat pencari kerja untuk mendaftar dan bekerja di Korea Selatan cukup tinggi. Meski kini ada wabah virus Corona, namun tak menghalangi dan menurunkan minat pendaftaran.

“Kami mendata ada 24.000 pendaftar yang mengikuti seleksi. Jumlah yang dibutuhkan padahal 3.300 TKI. Terbesar pendaftar yang mengikuti seleksi dari Jawa Tengah, sekitar 60 persen. Lainnya dari Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Bali dan Lampung,” tegas Abi Rahman.

Niatan tinggi tersebut menurut Abi Rahman dipicu karena harapan berpenghasilan tinggi sehingga bisa memperbaiki taraf hidup dan untuk simpanan masa depan. “Untuk gaji di Korea Selatan ini cukup tinggi, bisa saja seorang pekerja mendapatkan penghasilan mencapai Rp 30 juta perbulan. Gaji tersebut sudah diterima bersih, makan dan mes sudah ditanggung perusahaan. Maka layak peminat untuk bekerja di Korea Selatan ini cukup banyak,” tambah Abi Rahman.

Pada seleksi yang berlangsung di Unnes Semarang hingga 5 hari ke depan ini, para pendaftar menyempatkan menggelar aksi sosial penggalangan dana untuk memenuhi kebutuhan masker selama mewabahnya virus Corona di Korea Selatan.

Azis Yurianto, Wakil Ketua Perkumpulan Lembaga Bahasa Korea Indonesia (Pelbakorin) Jawa Tengah memfasilitasi gerakan sosial tersebut dan akan segera mengirimkan hasil penggalangan dana untuk dibelikan masker guna membantu pencegahan virus Corona bagi masyarakat Korea Selatan dan para pekerja di sana.

“Kami ikut merasakan keprihatinan atas wabah Corona di Korea Selatan. Karena itu kami pun tergerak untuk membantu menyediakan masker untuk masyarakat di sana,” papar Aziz Yurianto.(Cha)

BERITA TERKAIT