Sulit Hindari Plastik, Butuh Kesadaran Kelola Sampah

SEMARANG KRJOGJA.com – Direktur PT Marimas Putra Kencana, Harjanto Kusuma Halim dalam sebuah talk show manajemen Sampah Kota menuju Langir Biru Kota Semarang yang digelar, Selasa (24/9/2019) di Hotel Grasia Semarang mengatakan bahwa industri sangat sulit sekali menghindari plastik sebagai bahan untuk kemasan. 

"Kita mau bikin kemasan dari kertas nanti akan menghabiskan kayu pepohonan di hutan-hutan. Mau dari kaca seperti botol, harganya jelas mahal dan mudah pecah. Oleh karena itu, maka industri dituntut menggunakan plastik yang aman dan ikut berperan serta mengedukasi masyarakat dalam menyelesaikan persoalan lingkungan yang diakibatkan oleh plastik," ungkap Harjanto Kusuma Halim.

Meski plastik yang digunakan sebagai kemasan merupakan plastik yang aman sebagai kemasan makanan, namun tetap saja akan menjadi sampah manakala sudah tidak digunakan. Agar sampah tersebut tidak menjadi masalah bagi lingkungan, maka Harjanto menyoroti pada penanganan after kemasan. Bisa saja selain didaur ulang, kemasan plastik tersebut juga dapat diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat sehingga memiliki daya guna dalam waktu tertentu.

Karena itu, perlu manajemen atau tata kelola sampah yang sudah dapat dilakukan di lingkup keluarga yang lebih menitikkan pada upaya melindungi lingkungan daripada sekadar komersialisasi sampah. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang Drs Sapto Adi Sugiharto MM yang mewakili Pemerintah Kota Semarang sebagai pembicara menyoal penanganan sampah mengatakan bahwa Kota Semarang setiap hari menghasilkan 1.200 hingga 1.400 ton sampah. Dari total tersebut, yang masuh ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah hanya sekitar 900 ton. Sisanya merupakan sampah kering yang sudah dipilah dan masuk ke bank sampah untuk didaur ulang menjadi barang yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai jual.
(Cha) 

 

(Cha) 

BERITA REKOMENDASI