Survei LPSI: Jateng Masih “Kandang Banteng”

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG (KRjogja,com) – Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) merilis hasil survey terkait pemetaan perilaku pemilih dan dinamika politik menjelang Pilgub Jateng pada 27 Juni 2018 mendatang, menunjukkan provinsi ini masih tetap menjadi “kandang banteng” alias dominasi PDIP masih kuat dibanding partai-partai lainnya para pileg 2018 dan pilpres 2019.

Menurut Direktur LPSI Muhammad Yulianto kepada KRjogja.com, Kamis (14/9/2017), hasil survey menyebutkan, aviliasi politik saat ini sebagai barometer basis konstituen loyalis parpol dalam kondisi silent tanpa ada kegiatan kampanye, maka PDIP meraih 12,0%, PKB 4,90%, Golkar 2,90%, Gerindra 2,50%, PPP 1,10%, dan parpol lainnya di bawah 1%. Terkait sikap pemilih tersebut, tingkat swing voters selaku pemilih mengambang masih mencapai 73,70%.

Hal lain yang menarik, lanjutnya, hingga kini baru sekitar 26,8 persen dari jumlah pemilih di Jateng yang paham akan ada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng pada 27 Juni 2018. Dari angka prosentase tersebut menunjukkan tingkat ketahuan publik tentang akan ada Pilgub relatif masih rendah. Hal ini menjadi tugas KPU Jateng beserta elemen terkait untuk memaksimalkan sosialisasi.

M Yulianto menjelaskan, mengingat KPU Jateng sebagai penyelenggara Pilgub dan punya anggaran, maka harus memasifkan sosialisasi. Apalagi di Jateng, pada 27 Juni 2018 tak hanya Pilgub Jateng tapi juga akan berbarengan dengan pilkada di tujuh kabupaten/ kota di provinsi ini.

“Bila kita berharap partisipasi yang tinggi terhadap pemilih untuk menggunakan hak suaranya maka sosialisasi harus dilakukan terus menerus hingga hari H pemungutan suara,” tandas dosen komunikasi politik, Undip ini.

Pada survey pemetaan perilaku pemilih dan dinamika politik yang dilaksanakan 4-15 Agustus 2017 menggunakan 3000 responden yang tersebar di 35 kabupaten/ kota, LPSI  menggunakan metode multistage random sampling dengan margin error 3,0 persen dan tingkat kepercayaan 97 persen. Namun bila secara mendadak masyarakat mengetahui akan diselenggarakan Pilgub 2018, maka tingkat partisipasinya mencapai 75%.

Selanjutnya, akses informasi yang merupakan sumber informasi masyarakat tentang politik termasuk Pilgub diantaranya, kekuatan media elektronik TV dan radio (33,4%), media sosial dan internet (23,4%) dan melalui komunikasi sosial yakni perbincangan saudara atau teman (21,2%). Hal menarik, kata Yulianto, muncul perkembangan baru berupa fenomena meningkatnya user medsos di tengah Pilgub Jateng. (Isi)

BERITA REKOMENDASI