Tangan Danramil Gemetar Sentuh Bintang Jasa Veteran Kemerdekaan, Ini Sebabnya

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG KRJOGJA.com – Mendapatkan banyak bintang jasa dari negara bagi seorang prajurit adalah suatu kebanggaan atas jasa pengabdiannya. Namun tidak semua orang memiliki kesempatan dan kemudahan bisa begitu saja didapat.

Hal ini diakui oleh Danramil 13 Semarang Selatan Kodim 0733 BS Semarang Mayor Inf Rahmatullah saat silaturahmi ke kediaman Veteran Perang Kemerdekaan Indonesia Kapten CPM Purn Sajoto (90) di Jalan Belimbing Raya Semarang. Sajoto adalah penerima Bintang Gerilya dan Bintang Sakti atau bintang penghargaan tertinggi prajurit. Bahkan saat perang merebut kemerdekaan, Sajoto lah pengawal Panglima Besar Jenderal Soedirman kala gerilya di wilayah Mojolaban, sekitar Karanganyar dan Wonogiri. “Saya adalah salah satu yang menyisir sungai dan mengamankan rute penyeberangan rombongan pasukan Pak Dirman ketika melintasi sungai di Mojolaban. Saat itu menghadapi gempuran pasukan Belanda, kenang Sajoto.

Pria kelahiran Surakarta tahun 1930 ini sudah mulai berjuang di usia 12 tahun kala awal-awal menghadapi tekanan Jepang. Dalam perlawanannya kala itu belum dalam bentuk gerakan bersenjata hingga pada akhirnya bergabung dalam latihan atau pembekalan pendidikan kemiliteran yang dilatihkan Jepang. Bekal kemampuan yang didapatnya inilah yang digunakan untuk melawan balik Jepang dan Belanda saat kembali menduduki Indonesia.
Diakui Sajoto, meski Jepang menguasai hanya sekitar 3,5 tahun, namun rasanya mengalahkan penguasaan belanda 3,5 abad. Menurutnya selain disiplin, Jepang juga kejam.

Mayor inf Rahmatullah yang silaturahmi dalam rangka memaknai Hari Kemerdekaan bersama 6 anggotanya, dengan tekun menyimak kisah Sajoto di rumahnya yang makin memprihatinkan.

Karena kagum, Danramil meminta ijin untuk bisa memegang banyaknya Bintang Jasa yang menggantung di lehernya. Sajoto yang berpakaian rapi Veteran RI mempersilahkan dan menjelaskannya satu-satu.
“Doakan saya supaya bisa mengabdi kepada negara seperti yang bapak lakukan. saya belum lah apa-apa dibanding bapak, tapi saya mengidolakan figur seperti bapak yang istiqomah dan ikhlas berkorban untuk bangsa dan negara,” ungkap Rahmatullah menahan haru.

BERITA REKOMENDASI