Tanpa Soegiarin, Kemerdekaan Indonesia Tak didengar Dunia

TAK BANYAK yang tahu siapa dibalik penyiaran berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia hingga akhirnya diketahui oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia. Ada dua tokoh penting di balik penyiaran berita proklamasi yang dibacakan Ir Soekarno didampingi Hatta yang mengatasnamakan rakyat Indonesia. Mereka adalah Adam Malik yang tercatat sebagai pemimpin Kantor berita Domei dan R Soegiarin yang dikenal sebagai markonis atau penyiar berita dengan alat morse.

R Soegiarno (91) adik R Soegiarin yang kini masih hidup dan tinggal di Semarang menceritakan kakaknya kelahiran Grobogan, 13 Juli 1918. Dia diasuh oleh eyangnya bernama Sukisman Projokusumo yang menjabat asisten Wedana.
“Ketika remaja kakak saya sekolah pelayaran Belanda dan menguasai ilmu komunikasi morse. Selanjutnya bekerja sebagai wartawan dan penyiar morse di Kantor berita Domei dibawah pimpinan Adam Malik. Menjelang Proklamasi, malam harinya mas Rin mendapat perintah dari Adam Malik untuk menyiarkan berita morse pagi harinya. Saat itu dia tidak diberi tahu berita apa yang akan disiarkan. Hanya pesan supaya pagi-pagi mesin siaran sudah harus hidup tanpa diketahui anggota Kempetai yang menjaga kantor Domei. Jadi malam itu sudah menyelinap di ruang mesin siaran,” kenang Soegiarno yang lebih akrab dipanggil Eyang Giri.

Menurutnya, setelah Bung Karno membacakan teks proklamasi Adam Malik langsung bergegas ke kantor Domei dan menyerahkan catatan naskah proklamasi sebagaimana yang dibacakan. Bergegas Soegiarin langsung mengabarkan berita proklamasi dengan mesin sandi morse. Dalam sekejap berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia diterima di seluruh kantor berita dunia dan disebar luaskan.

BERITA REKOMENDASI