Tanpa Soegiarin, Kemerdekaan Indonesia Tak didengar Dunia

Meski punya jasa besar terhadap penyiaran berita proklamasi, namun nasib R Soegiarin tak sebaik Adam Malik dan wartawan-wartawan lain yang ikut terlibat dalam penyiapan proklamasi kemerdekaan, seperti Adam Malik, BM Diah dan lainnya.

Soegiarin pernah mengurus surat status veteran di era kepemimpinan Presiden Soeharto, namun menurut Soegiarno hasilnya tak kunjung terealisasi. Mencoba untuk mendirikan pabrik kertas namun juga diganjal oleh keluarga Cendana. “Mas Rin adalah seorang nasionalis yang idealis. Meski demikian dia enggan terun dalam dunia politik. Hingga akhirnya lelah dan menyerah dengan tak ingin menunjukkan seluruh jasa dan pengabdiannya kepada negara. Mas Rin tidak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan. Sebelum meninggal di Jakarta 2 September 1987, dia minta dimakamkan di makam keluarga di Bergota Komplek Makam Kadipaten,” ujar Soegiarno di rumahnya yang terletak di depan Makam Belanda Kalibanteng Semarang.

Soegiarin meninggalkan seorang istri Siti Ngaisah dan tak memiliki anak. Kisah Soegiarin seolah terkubur oleh hiruk pikuk berita-berita heroik lainnya. Siapapun boleh menutup kisah sejarah, namun faktanya tanpa ada jari-jari lentik Soegiarin yang mengoperasikan tombol morse melalui Kantor berita Domei, pasti saat itu dunia belum mendengar berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. (Cha)

BERITA REKOMENDASI