Tapa Pendhem Jadi Pungkasan Pentas Katasapa

Editor: Ivan Aditya

PURBALINGGA, KRJOGJA.com – Pentas lakon Tapa Pendhem menjadi pamungkas dalam rangkaian Workshop dan Pentas Teater Komunitas Teater Sastra Perwira (Katasapa) Purbalingga. Pentas digelar secara virtual live streaming di panggung Bioskop Misbar Kompleks Taman Kota Usman Janatin Purbalingga, Rabu malam (02/12/2020). Guyuran hujan deras tidak mengusik pemain dalam memerankan lakon.

“Pementasan Tapa Pendhem merupakan hasil adaptasi dari cerita Legenda Putri Ayu Limbasari dengan konsep dekonstruksi ulang” tutur Sutradara sekaligus penulis naskah, Ikrom Rifa’i.

Tapa pendem mengangkat kisah seorang kembang desa bernama Sri, anak Pak Ketut, pemuka agama setempat. Tidak sedikit laki-laki terpikat kecantikan dan kelembutan hati Sri dan ingin meminangnya. Hingga suatu saat empat orang datang meminang.

Kakak Sri, Wlingi Kusuma menemui keempat lelaki itu dan mengajaknya bertarung. Siapapun yang bisa mengalahkannya, berhak menikahi adiknya.

Malang bagi Wlingi. Ia kalah dan dibunuh oleh keempat orang itu. Bahkan Sarkem, perempuan yang menaruh hati pada Wlingi ikut menjadi korban.

Sri yang terpukul memutuskan untuk melakukan Tapa Pendhem selama lima hari lima malam. Tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Tuhan serta bisa memaknai cobaan yang tengah menimpanya.

“Konsep dekonstruksi ulang dalam pertunjukan ini mengambil konflik dan alur utama cerita Legenda Putri Ayu Limbasari. Seting waktu dalam pertunjukan ini memang sengaja dibuat lebih modern,” ujarnya.

Sementara itu, Faizal Anggoro dari Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI yang hadir malam itu menyebutkan, Workshop Teater dan Pentas Empat Titik oleh Katasapa bisa menjadi wadah bagi masyarakat Purbalingga yang memiliki minat dan bakat dalam seni peran untuk dapat belajar serta lebih mengasah kemampuannya.

“Kami berharap Fasilitasi Bidang Kebudayaan ini dapat membantu para pegiat budaya terutama di tengah pandemi ini untuk tetap dapat berkreasi dan melestarikan kebudayaan di daerahnya,” ujarnya.

Kasi Kesenian Dindikbud Kabupaten Purbalingga Wasis Andri Nugroho bersyukur karena Ditjen Kebudayaan Kemendikbud RI memberikan ruang berkreasi melalui program FBK tersebut.

Ketua Katasapa Purbalingga Ryan Rachman berharap, program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Kemendikbud RI Tahun 2020 tersebut akan muncul bibit dan kelompok baru yang menggairahkan teater di Purbalingga. (Rus)

BERITA REKOMENDASI