Target Produksi Beras Boyolali Optimis Tercapai

Editor: Ivan Aditya

BOYOLALI, KRJOGJA.com – Musim kemarau membuat produksi beras di Boyolali terancam turun. Saat ini, ada 1.310 hektar sawah yang mengalami kekeringan sehingga terancam gagal panen.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian (Dispertan) Boyolali, Supardi mencatat dari ribuan sawah yang kekeringan, sebanyak 237 hektar sawah sudah dipastikan gagal panen karena puso. Seluas 347 hektar sawah berkategori kekeringan berat dan sangat rentan gagal panen, kekeringan sedang seluas 349 hektare, dan kekeringan ringan seluas 377 hektare.

Untuk penyelamatan sawah rawan gagal panen tersebut yang paling memungkinkan yakni berkategori ringan meski akan memakan biaya yang cukup besar, yakni untuk pompa air.‎ Itupun dengan syarat air sungai mencukupi. Berdasar pengalaman sebelumnya, upaya penyelematan sawah gagal panen masih bisa dilakukan, meski nanti hasil panennya tidak maksimal.

"Kemarau tahun ini kemungkinan lebih panjang dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu musim kemaraunya tidak sepanjang ini dan di musim kemarau masih terdapat hujan. Berdasar informasi BMKG, kemarau tahun ini hingga Desember," jelasnya.

Meski ada yang mengalami kekeringan namun itu hanya sebagian kecil saja dan berimbas sedikit dari target panen Boyolali tahun ini sebanyak 295 ribu ton Gabah Kering Panen (GKP). Sebab produksi beras masih bisa digenjot dari lahan pertanian irigasi teknis yang mampu memasok kebutuhan air untuk pertanian sepanjang tahun. (Gal)

BERITA REKOMENDASI