Tari Kretek Budaya Khas Kudus yang Harus Dipertahankan

Editor: Ary B Prass

 

UNTUK memperkuat julukannya sebagai ‘Kota Kretek’ Kabupaten Kudus sekarang secara bertahap mengenalkan kebudayaan aslinya yakni Tari Kretek. Tari Kretek menggambarkan petani dalam aktivitasnya menanam, memetik hingga menyortir daun tembakau untuk digunakan dalam industri rokok kretek.

Kali ini tarian ditampilkan sebagai pembuka Dialog Media Tradisional (Metra) DPRD Jateng dengan tema ‘Nguri-nguri Kebudayaan Daerah’ di Rumah Aspirasi Sri Hartini, Anggota Komisi D DPRD Jawa Tengah, di Desa Jepang Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, akhir pekan ini. Turut hadir dalam dialog itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata Kabupaten Kudus Mutrikah dan Pelaku Seni Riri Nur H. Selain dibuka dengan suguhan Tari Kretek, penampilan Gus Apank bersama Kampung Seniman Santri Kudus (KS2K) juga menyumbang beberapa lantunan lagu Islami.

Saat berdialog, Sri Hartini mengaku apresiatif dengan upaya para seniman Kudus karena selama pandemi ini terus tampil secara virtual. Ia juga mengakui perkembangan teknologi bisa menggeser budaya lokal tapi jika kontennya dikemas dengan apik, sehingga bisa mengenalkan kesenian tradisional secara luas.

“Pandemi yang belum usai berdampak sangat besar bagi para pelaku kesenian, karena adanya pembatasan kegiatan, sehingga penampilan mereka tidak bisa dinikmati banyak orang. Padahal, menjaga seni nilai budaya lokal menjadi tanggungjawab bersama masyarakat dan pemerintah. Pertunjukan lewat daring memang bisa membantu menampilkan pertunjukan, namun promosinya harus melibatkan banyak pihak,” tutur Sri Hartini Politikus partai Gerindra itu.

BERITA REKOMENDASI