Tausiyah Salat Id di Rumah Tetap Dipertahankan

Terpenting, dalam suasana Covid ini, seluruh kekuatan umat agar bersatu padu dan menjaga persatuan kesatuan. Tidak boleh saling menyalahkan dan merasa paling benar. Bahkan ada pula yang sengaja membenturkan seolah-olah antara Fatwa MUI Pusat tertanggal 13 Mei dengan Tausiyah MUI Jateng tertanggal 7 Mei ada perbedaan.

“Saya tegaskan tidak ada perbedaan apapun yang dikeluarkan MUI Pusat dan MUI Jateng terkait salat Id di masa Covid-19. Bedanya, Fatwa MUI Pusat menjangkau seluruh Indonesia, sedangkan tausiyah MUI Jateng menjangkau provinsi Jateng saja,” tegasnya.

Sementara Plt Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah KH Ahyani Msi menegaskan, seruan untuk salat Id di rumah juga sudah disampaikan Menteri Agama Fahrurozie melalui Surat Edaran yang ditindaklanjuti oleh Kemenang se Indonesia. Bahkan disertai pula pedoman dan tatacara penyelenggaraan salat Id di rumah, sebagaimana yng juga dikeluarkan MUI.

Pihaknya saat ini mengefektifkan sosialisasi solat Id di rumah dengan mengerahkan 5200 lebih tenaga penyuluh serta 24 ribu lebih tenaga ASN di lingkungan Kemenag Jateng.

Sosialisasi yang ditempuh tidak hanya mengajak salat Id di rumah secara berjemaah namun juga agar memahami tatacara salat Id yang praktis namun benar. Bahwa, tidak ada yang sulit menyelenggaraan salat Id di rumah. Ibaratnya tidak hafal surat-surat pendek, membaca surat Alfatihah pun juga cukup.(Isi)

BERITA REKOMENDASI