Tawarkan Model Pembelajaran Islam pada Ponpes Lansia, Dosen Inisnu Temanggung Lulus S3 Unwahas

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com – Dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung Husna Nashihin MPdI berhasil lulus ujian terbuka S3 Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascarjana Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Jumat sore (17/12/2021). Dirinya yang juga Ketua Lembaga Penjamin Mutu Inisnu Temanggung ini lulus Cumlaude dengan IPK 3,8 dengan masa studi 3 tahun 2 bulan 17 hari.

Tim penguji terdiri Prof Dr H Mudzakir (Rektor/Ketua/Promotor I), Prof Dr H Mahmutarom HR SH MH (direktur pascasarjana/sekretaris), Prof Dr H Maragustam Siregar MA (UIN Sunan Kalijaga, promotor II/penguji), Prof Dr H Sangkot Sirait MAg (UIN Sunan Kalijaga/penguji eksternal), Dr Hj Sari Hernawati SAg MPd (penguji), Dr Ifada Retno Ekaningrum MAg (kaprodi/penguji), dan Dr H Nur Cholid MA MPd (WR III/penguji).

Dr Husna Nashihin tercatat sebagai doktor kelima yang diluluskan Pascasarjana Unwahas. Disertasi yang ditulisnya “Model Pendidikan Islam pada Lansia (Studi di Pondok Pesantren Sepuh Magelang, Taman Lansia Al-Jadid Fisabillah Yogyakarta, dan Pesantren Lansia Permata Yogyakarta).

Penelitian disertasinya dilakukan karena beberapa hal di antaranya populasi lansia di Indonesia semakin banyak (mulai terasa sejak 1995 sampai sekarang mencapai puncaknya). Belum lagi program Kemenkes tentang peningkatan Usia Harapan Hidup (UHH) manusia Indonesia yang dirasakan berhasil semakin menambahnya jumlah lansia Indonesia. Serta belum adanya konstruksi ideal model pendidikan Islam pada lansia di pondok pesantren.

“Namun dalam realitasnya, lansia belum tertangani baik, beda dibanding Jepang misalnya. Jepang lebih awal mengalami aging population lansia tetapi bisa menangani dengan baik lewat terapi berbagai jalur termasuk jalur pendidikan” ujar Dr Husna yang juga lulusan S1 dan S2 Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogya ini.

Menurutnya, di Indonesia peningkatan lansia sebagai hal baru dan pemerintah belum menggarap serius dari sisi yuridis misalnya. Belum ada UU yang menaungi lansia. Bahkan ponpes lansia di bawah Kemenag belum bisa masuk di bawah pontren. Dan perundangan lain belum ada secara serius terkait lansia sehingga dalam implementasinya pendidikan Islam lansia belum ada. Satu satunya yang ada hanyalah di ponpes dan lebih spesifik ponpes lansia.

“Ponpes lansia di Indonesia-pun sangat sedikit, di Jatim saya temukan 3, Jateng 4, DIY ada beberapa dan propinsi lain sangat minim. Total semuanya belum ternaungi perundangan sehingga tidak punya akses ke pemerintah. Dengan model ini, temuan baru saya ini, ada kebaharuan yang bisa untuk masukan pemerintah. Sehingga saya berharap bisa mengatasi ledakan permasalahan ledakan populasi lansia Indonesia dari jalur pendidikan” tambah Dr Husna.

Dr Husna dalam disertasinya menawarkan sebuah model pendidikan Islam integratif berbasis tasawuf-ecospiritualism. Artinya pengembangan aspek lansia menyangkut 5 aspek di antaranya psikologi, sosial budya, ekonomi. Model ini secara terintergrasi dilaksanakan dengan bekerjasama dengan pihak terkait seperti penyuluh KUA, rumah sakit, puskesmas, ponpes dan lain lain. Nilai tasawuf bisa dilaksakan oleh ponpes, nilai eko spiritual diperoleh dari proses pengelolaan dan pemanafaat alam (belajar berbasis lingkungan hidup atau kerjasama dimana lansia ikut dalam mengelola lingkungan hidup agar muncul nilai eko-spiritualism). Seperti halnya Ponpes Habibi Ainun di Kendari dengan taman gisi lansia, para lansia ikut menanam buah, sayur dan panen serta mengolahnya untuk konsumsi makanan warga ponpes.

Sementara itu Kaprodi S3 Pendidikan Agama Islam Konsentrasi Pendidikan Islam Nusantara Pascasarjana Unwahas Dr Ifada Retno Ekaningrum MAg menyampaikan apresiasi tinggi pada Dr Husna Nashihin MpdI. Karena Dr Husna merupakan mahasiswa angkatan kedua (2018) yang berhasil lulus pertama. Dr Ifada berharap prestasi Dr Husna bisa memicu dan memacu semangat para mahasiswa S3 Unwahas untuk segera lulus dan menghasilkan karya yang bermutu.

“Progres bagus. Dr Husna menyelesaikan kuliah tepat waktu dan capaian luar biasa sejak ujian komprehensif, uji kelayakan, proposal, ujian tertutup dan kali ini ujian terbuka serta banyak menulis di berbagai jurnal ilmiah. Tema yang dipilih Dr Husna-pun sangat baik yang belum pernah diteliti di Unwahas yaitu menyangkut model pendidikan Islam di ponpes lansia. Kami berharap S3 Unwahas bisa ikut andil peningkatan SDM masyarakat Indonesia, terlebih kaum Nahdiyin” ujar Kaprodi S3 PAI Unwahas Dr Ifada. (sgi)

BERITA REKOMENDASI