Terdakwa Pengacara Dihukum Ringan, Warga Geruduk Kejaksaan Negeri Kendal

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL (KRjogja.com) – Puluhan warga Kecamatan Sukorejo mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari ) Kendal Senin (30/10) siang. Kedatangan massa ini untuk menuntut keadilan atas kasus penipuan dengan terdakwa seorang pengacara. Warga menilai jaksa penuntut umum tidak adil, karena terdakwa hanya dituntut ringan.

Dengan membawa poster dan spanduk puluhan massa yang tergabung dan masyarakat peduli keadilan berjalan kaki dari alun-alun Kendal ke kantor Kejari Kendal yang berjarak 500 meter. Warga ini menuntut Kejari Kendal untuk lebih adil dalam menjatuhkan tuntutan dengan terdakwa purwati yang merupakan pengacara.

Dalam sidang kasus penggelapan dan penipuan, jaksa penuntut umum dinilai tidak bisa memilah dan hanya menuntut 10 bulan penjara saja. Padahal menurut warga tindakan yang dilakukan Purwati SH sudah jelas merampas harta anak yatim yang ditipu dan digelapkan terdakwa.

“Mana keadilan, jangan hanya karena terdakwa seorang pengacara tuntutan JPU hanya 10 bulan. Itu sama saja dengan maling sandal padahal kerugian akibat perbuatan terdakwa mencapai milyaran rupiah,” ujar April Rudiyanto dalam orasinya.

Kordinator Aksi, Supriyanto menjelaskan tuntutan jaksa dinilai melecehkan rasa keadilan karena terdakwa seorang pengacara, yang paham dengan hukum dan terbukti melakukan pengelapan hanya dituntut 10 bulan. “Kami menuntut jaksa pada kasus perkwa nomor 86/Pid.B/PN Kdl dengan terdakwa Purwati SH melecehkan rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.

Supriyanto menambahkan, telah terjadi pembusukan di Kejaksaan Negeri Kendal karena jaksa tidak bisa memilah dalam menjatuhkan tuntutan terhadap terdakwa. “Kami meminta jaksa yang menangani kasus ini diperiksa dan diberikan sanksi karena tidak profesional,” lanjut Supriyanto.

Setelah menggelar orasi di depan pintu gerbang kantor Kejari Kendal, sejumlah perwakilan diterima kepala kejaksaan negeri kendal. Dalam pertemuan tersebut perwakilan warga meminta kajari untuk bertindak adil sesuai dengan perbuatan terdakwa.

Kajari Kendal, Yudi Hendarto mengatakan jaksa sebelum menjatuhkan tuntutan sudah kajian dan berkordinasi dengan Kajari. “Sesuai dengan alat bukti yang ada dan pasal yang dikenakan terdakwa dijatuhi hukuman badan 10 bulan,” katanya.

Kajari menjelaskan terkait vonis menjadi ranah majelis hakim. Usai diterima Kajari massa kemudian membubarkan diri dan mengancam akan melakukan aksi serupa di Pengadilan Negeri Kendal saat sidang vonis mendatang dan meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman yang setimpal dengan perbuatanya. (Ung)

BERITA REKOMENDASI