Terjadi di Kendal, Jaksa Diduga Terima Suap Kasus Penambangan Ilegal

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRJOGJA.com – Seorang pengusaha tambang di Kendal berinisial Par diduga melakukan suap kepada Jaksa Penuntut Umum agar tidak menjadi tersangka. Pernyataan tersebut dikatakan oleh Imam Pribadi yang juga penasehat hukum pengusaha tambang tersebut.

Imam menjelaskan kepada KRjogja.com dengan menunjukan rekaman suara dirinya dengan Par. Dalam rekaman Par menceritakan jika dirinya memberikan uang suap sebesar Rp. 35 juta kepada Jaksa Penuntut Umum yang menangani kasus Penambangan illegal di wilayah Desa Pagergunung Kecamatan Pageruyung.

Par mengaku memberikan uang sebesar Rp.10 juta kepada Jaksa Penuntut Umum berinisial Dn 9 Januari 2020 lalu di kantor Kejaksaan Negeri Kendal lantai atas. Par kepada Imam menuturkan saat itu masih kurang Rp. 25juta.

Kemudian Par memberikan kekurangannya 15 Januari 2020 sebesar Rp. 25 juta ditempat yang sama dikantornya kejaksaan negeri Kendal ruang atas.

Imam menjelaskan kasus penambangan illegal seharusnya Par menjadi tersangka bersama Cok dan Pat. Karena penambangan yang berada di desa Pagergunung rt02.rw02. kecamatan Pagerruyung tidakk berijin. “Pemilik tambang bisa di kenakan pasal 55 KUHP penyertaan memfasilitasi lahan tambang, namun karena sudah memberikan sejumlah uang tersebut Par tidak ditetapkan sebagai tersangka dan hanya sebagai saksi,” ujar Iman Sabtu (8/2).

Kasus ini masih di sidangkan di Pengadilan Negeri Kendal. Bahkan dalam rekaman juga Par mengaku akan memberi kepada Hakim agar memuluskan keinginannya tersebut.

Salah seorang tokoh Pemuda Kendal Kuswanto mengaku kaget dengan adanya dugaan penyuapan tersebut. Pihaknya berharap seharusnya Jaksa Penuntut Umum tidak berlaku demikian. “Marilah kita tegakkan kebenaran jangan ada suap, jika memang jadi tersangka ya tetap tersangka jangan karena suap status berubah jadi saksi,”ujar Kuswanto. (Ung)

 

BERITA REKOMENDASI