Terkait Persoalan Wadas, Komunikasi ‘Nguwongke’ Harus di Kedepankan

KENDAL, KRJOGJA.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita detail seputar persoalan Bendungan Bener yang tapaknya dibangun di sejumlah desa termasuk Desa Wadas, yang kini menjadi sorotan tajam masyarakat luas. Gubernur membeber hal tersebut saat memberi sambutan di resepsi Hari Pers Nasional (HPN) PWI Jawa Tengah, di Pendopo Kabupaten Kendal, Sabtu (19/2/2022) malam.

Dalam resepsi HPN yang dihadiri antara lain Ketua Umum PWI Pusat Atal Sembering Depari, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat Sassongko Tedjo, PT Semen Gresik, kalangan mitra kerja strategis PWI Jawa Tengah serta Bupati Kendal Dico M Ganinduto, sebagai tuan rumah.

Ganjar bercerita, Bendungan Bener sebagai proyek yang cukup besar dan Desa Wadas masuk di dalam wilayah pekerjaan proyek strategis sebagai penopang batu Andesit.

‘Desa Wadas kini menjadi terkenal. Semua orang bicara andesit seperti layaknya orang bicara batu akik pada zamannya,” katanya.

Bendungan Bener seluas 13.589 hektar ini, kata gubernur, akan menyuplai pengairan untuk lahan persawahan, dan diproyeksikan menjadi pembangkit tenaga listrik, menggunakan air batu dengan kapasitas 1.500 liter/detik yang mampu mengurangi potensi banjir 8,73 juta meter kubik.

Melihat seluruh manfaat tersebut, kata Ganjar, keberadaan bendungan diperlukan karena sejak 2013 sudah dirancang dan ada permintaan. Nilai kebermanfaatannya bukan saja per wilayah kebupaten Purworejo tetapi juga Wonosobo hingga Kulon Progo, Yogyakarta.

BERITA REKOMENDASI