Ternyata, ‘Raja’ dan ‘Permaisuri’ Agung Jagat Bukan Pasutri Sah

SEMARANG, KRJOGJA.com – Totok Santosa (42) bersama pasangan selingkuhnya Fanny Aminadia (41) yang mendirikan kerajaan Agung Sejagat di Purworejo, Rabu(15/1) meringkuk di sel Polda Jateng. Keduanya berhasil dibekuk dalam pengejaran ke Wates Kulonprogo,Yogya.

Pasangan 'raja' dan 'ratu' bukan mukrimnya itu ditangkap usai mengikrarkan dan mendirikan kerajaan sejak tahun 2018  Di desa Pogung Jurutengah,  Bayan, Purworejo. Uniknya, mereka memiliki abdi dalem dengan busana prajurit dan mengenakan topi pet seperti aparat keamanan.

Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko  Amelza Dahniel mengatakan bangga terhadap anggota yang secara cepat mengungkap ulah kedua tersangka sehingga tidak jatuh korban. "Kasus dilakukan Totok dan Dyah adalah kasus penipuan atau kriminal bukan budaya. Diharapkan tidak lagi ada korban, karena semua harus membayar", ungkap Kapolda pada gelar kasus di kantor DitReskrimum Polda Jateng, jalan Pahlawan, Semarang, Rabu (15/01/2020).

BACA JUGA :

Pemkab Purworejo Minta Aktivitas Kraton Agung Sejagat Dihentikan

Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Punya Parlemen di Eropa, Pentagon Jadi Dewan Keamanannya

 

Selain menangkap 'raja' dan 'ratu', keduanya bukan pasangan suami istri (pasutri) sah dengan alamat berbeda. Totok beralamat Jakarta Utara dan Dyah dari Jakarta Selatan. Petugas juga menyita barang bukti diantaranya mahkota raja dan ratu, pakaian kebesaran raja dan ratu, foto Totok dan Dyah sebagai raja dan ratu. "Barang bukti lain juga 23 kartu anggota keraton, 2 lembar surat mandat dari raja yang salah satunya atas nama Wiyono dan belasan buku tabungan dariberbagai bank," tegasnya.

Kapolda menambahkan petugas juga mengamankan air gun, tiga topi pet dihiasi benang ema. Bahkan,satu diantaranya topi wanita dengan logo bertuliskan 'imperial forces, dua sepatu PTDH lelaki dan wanita hitam,baju  PDU warna hitamuntuk raja. (Cry)

 

BERITA REKOMENDASI