Terpeleset Solar, Intel Gadungan Terperosok Masuk Sel Polrestabes Semarang

Editor: Agus Sigit

SEMARANG, KRJOGJA.com – RF alias Rama (23) seorang mahasiswa tidak lagi tampak garang setelah kedoknya yang mengaku anggota Badan inteljen nasional (BIN) terbongkar. Bahkan, pemuda asal Bogor yang ulahnya menipu merugikan orang lain telah dijebloskan di sel Polrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar pada gelar kasus, Sabtu(19/2) di lobi Mapolrestabes,jalan Dr Sutomo Semarang menjelaskan terbongkarnya ulah Rama setelah terendus anggota BIN asli. Gerak gerik tersangka terus dibayangi hingga akhirnya Rabu(16/2) pagi ditangkap di kos UTC, jalan Kelut Raya Sampangan Semarang oleh BIN dikoordinasikan, sekaligus diserahkan Polresrabes Semarang untuk diusut dan dikembangkan.

Kapolrestabes yang didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan menjelaskan tersangka asal Bogor yang baru beberapa bulan di Semarang dalam aksinya cukup cerdik. Tersangka dalam kejahatan dengan bekal surat perintah palsu dengan Kop Badan Inteljen Negara mencari sasaran pengusaha dengan kedok bertugas pengamanan. Namun, tersangka baru mengantongi uang hasil kejahatan tidak kurang Rp 22,5 juta dari dua pengusaha keburu ditangkap.

Nasib jelek tersangka Rama berawal ia berkenalan dengan pengusaha Danny di daerah Manyaran Semarang. Ia kepada Danny mengaku anggota BIN dari Satgas Operasi Intelijen khusus Subsidi Negara sambil. Untuk meyakinkan lawan bicaranya, Rama menunjukkan Surat Perintah dengan Kop Badan Inteljen Negara Satuan Kordinator pelaksana Operasi inteljen khusus subsidi negara. Danny melihat penampilan dan omongan Rama percaya saja.

Bahkan, ia yang kebetulan dalam usahanya mempunyai masalah meminta tolong kepada Rama menyelesaikan permasalahnya behubungan dengan solar, lalu Danny memberi uang sebesar Rp. 2.5 juta. Tersangka sebelum berpisah meminta nomor ponsel rekan Danny bernama Arga. Kemudian, tersangka pada 10 Pebruari lalu menghubungi Arga. Pembicaraan lewat telepon,lalu esuk siangnya,Jumat(11/2) dilanjutkan acara temu muka di rumah makan ayam goreng Ny. Suharti Krapyak Semarang. Arga ditemani rekannya, Antonius Eko Agus Susilo. Arga setelah mendengar pengakuan Rama sebagai anggota BIN,seperti yang diungkapkan kepada rekannya Danny tanpa ragu meminta tolong pengamanan distribusi solar, dan tersangka menyanggupi dengan minta imbalan uang Rp 20 juta.

Arga saat itu mencoba meminta keringanan, tetapi Rama menolak. Alasannya, Rama tidak sendiri. Ia mengaku bersama tim berjumlah delapan orang. Tersangka Rama yang dihadirkan pada gelar kasus mengaku ulah terinspirasi dari kebiasaan nonton film. Dan,ia yang terpeset solar mengenai surat perintah dengan kop BIN dibuat sendiri.

Sementara penyidik selain mengamankan tersangka Rama, juga menyita barang bukti diantaranya satu lembar Surat Perintah Nomor SP-096/OPSINSUS/01/2021 dengansubsidi negara tanggal 24 Januari 2921,sebuah dompet lencana BIN,sepucuk senjata colt air softgun dan motor Suzuki Satria FU hitam H 4742 EJ. (Cry)

 

 

BERITA REKOMENDASI