Tiap Kabupaten, Muhammadiyah Perlu Punya Sekolah Unggulan

SEMARANG, KRJOGJA.com- Pada ajang Olympiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) bagi siswa sekolah/madrasah Muhammadiyah se Indonesia (SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA) yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dengan tuan rumah Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Propinsi Jateng dengan tempat lomba di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) 26-28 Oktober 2019, ada beberapa agenda kegiatan pendukung OlympicAD di antaranya Seminar Internasional tentang pendidikan dasar dan menengah dengan sejumlah pembicara pakar pendidikan dari Belanda, Malaysia dan Indonesia serta silaturahmi nasional (silatnas) PW Muhammadiyah se-Indonesia yang digelar Minggu (27/10/2019).

Silatnas yang dihadiri semua pengurus Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah se Indonesia (mulai Aceh sampai Papua) dipimpin Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Prof Dr Baedowi MSi, Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah HR Alpha Amirrachman MPhil PhD, Dr Sungkono Msi serta pengantar oleh Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jateng Dr Iwan Junaedi SSi MPd. Silatnas membicarakan tentang sekolah unggulan di lingkungan Muhammadiyah, cara-cara mencapainya serta tantangan global dunia pendikan nasional dan internasional.

“Sekolah unggulan yang dimiliki Muhammadiyah semakin banyak dan semakin diminati masyarakat. Keunggulan bisa dicapai lewat keunggulan akademik maupun yang non akademik misalnya olah raga, seni, kedisiplinan dan lain-lain. Misalnya di Tegal ada sekolah Muhammadiyah unggulan karena prestasi sepak bolanya bagus sehingga sekolah tersebut menjadi tujuan atau pilihan utama siswa bersekolah. Sekolah Muhammadiyah harus maju dan berkembang menjadi unggul. Sekolah yang “survive” terkadang bukan sekolah yang kuat tetapi punya adaptasi terhadap perubahan” ujar para pembicara.

Menurut Prof Baedowi dan Dr Sungkono, sebaiknya di tiap daerah (PD Muhammadiyah) atau setingkat Kota/Kabupaten dan Wilayah (PWM) atau setingkat propinsi ada sekolah unggulan yang bisa bersaing dan dibanggakan. Memamg perlu ada komitemen di setiap daerah Muhammadiyah. Lewat lomba Olimpiade OlympicAD ini pula peningkatan prestasi dan kompetensi siswa diharapkan bisa dicapai serta ditularkan dari yang sudah bagus ke yang belum. Acara silatnas ditandai pula penandatanganan MOU antara Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jateng (ditandatangani Dr Iwan Junaedi SSi MPd) dengan Seamolec (Southeast Asian Ministers of Education Organization Regional Open Learning Centre) ditandatangani oleh HR Alpha Amirrachman MPhil PhD yang juga direktur Seamolec.(sgi)

 

BERITA REKOMENDASI