Tidak Ada Penyekatan, Tapi Checkpoint Ketat di Perjalanan

Editor: Ivan Aditya

SALATIGA, KRJOGJA.com – Polda Jateng akan menggelar Operasi Lilin Candi 2021 pada 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Operasi ini digelar untuk pengamanan Natal dan Tahun baru (Nataru).

Kapolda Jateng, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, Polda Jateng menyiapkan check point yang akan didirikan di beberapa titik sepanjang jalur pantai utara (pantura) mulai dari Brebes hingga Rembang. Check point ini dilakukan untuk memantau mobilisasi pemudik yang hendak masuk wilayah Jawa Tengah.

“Dalam Operasi Lilin Candi, kami tidak melakukan penyekatan. Namun melakukan pengecekan protokol kesehatan terhadap pemudik di check point yang dilakukan ketat,” tandas Ahmad Luthfi saat acara Press Tour Wartawan Mitra Polda Jateng bersama Bidang Humas Polda Jateng di D’Emmerick Salatiga, Rabu (08/12/2021).

Ketentuan perjalanan yang harus dipenuhi masyarakat pada masa pandemi Covid-19, seperti vaksin dan lainnya akan diperiksa ketat. Termasuk, batas wilayah kota dan kabupaten di seluruh Jawa Tengah. Ia juga menegaskan, selain titik (tempat) check point, jajaran Polda Jateng juga mendirikan pos pantauan di rest area jalan tol.

Pos ini juga untuk memantau penerapan protokol kesehatan masyarakat dalam perjalanan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid19 selama perayaan Nataru khususnya di wilayah Jawa Tengah. “Diharapkan setelah Nataru, di wilayah Jateng bisa zero (nol) Covid-1,”tandasnya.

Acara temu wartawan unit Polda Jateng di Salatiga juga mengundang wartawan yang bertugas di Salatiga serta dihadiri, Kapolresta Semarang, Kombes Irwan Anwar dan  Kapolres Salatiga, AKBP Indra Mardiana. Kegiatan ini mengambil tema, ‘Membangun Sinergitas Kemitraan Polri dengan Media Dalam Menciptakan Situasi Kamtibmas yang Presisi’.

Pada kesempatan ini Kapolda Jateng berharap hubungan dengan media massa (wartawan) semakin membaik untuk bersama-sama membangun masyarakat di tengah masa pandemi Covid-19 ini. “Kalau ada polisi yang nakal itu adalah oknum, bukan berarti institusi Polri itu yang jelek. Saya tandaskan itu oknum bukan Polrinya,” tegasnya.

Polda Jateng juga mengajak wartawan untuk menjaga jangan sampai ada berita hoaks yang bisa meresahkan masyarakat. (Sus/Cry)

BERITA REKOMENDASI