Tidak Mampu Daring, Lima Siswa SMPN 1 Pageruyung Jalani Luring

Editor: KRjogja/Gus

KENDAL, KRjogja.com – Proses belajar mengajar ditengah pandemi tidak diperbolehkan dengan tatap muka atau Luring. Pembelajaran lewat Daring atau onlinr adalah cara yang tepat. Delapan bulan sangat dirasakan di sejumlah sekolah di Kendal.

Supriyono Kepala SMPN 1 Pageruyung pembelajaran daring dan luring bukan kendala, namun dalam hal penanaman sikap daring menjadi lebih berkurang. “Jika tatap muka, kami bisa, berbicara dari hati ke hati terhadap permasalahan siswa sementara hal tersebut tidak bisa dilakukan saat daring atau online,” ujar Supriyono.

Disekolahnya dari 500 siswa ada 5 siswa yang karena kemampuan finansial keluarganya tidak bisa melakukan pembelajaran daring. Terkait kelima siswa Supriyono menjelaskan pihak sekolah akan mengusahakannya pada tahun ajaran mendatang. “Kelima siswa saat ini duduk di kelas tujuh, tahun ajaran depan kami akan mengusahakan agar bisa daring,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan Wahyu Yusuf Ahmadi saat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Selasa (10/11) menjelaskan Pandemi Covid 19 cukup terasa menimpa dunia pendidikan. Selama 8 bulan sekolah tidak berjalan dengan semestinya. “Masukan dari berbagai unsur menjadikan vitamin bagi kami,” ujar Wahyu. (Ung)

BERITA REKOMENDASI