Tim Rektorat Unika Kunjungi Rektor Unnes

Editor: Agus Sigit

SEMARANG,KRJOGJA.com-Dalam rangka menjalin tali silaturahmi antara Unika Soegijapranata Semarang dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes), untuk pertama kalinya sejak diangkat menjadi Rektor Unika Soegijapranata, Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi beserta para Wakil Rektor yang baru dilantik Kamis pekan lalu, melakukan kunjungan ke Rektor Unnes di kampus Sekaran Gunungpati Rabu (6/10/2021).

Menemui tim rektorat Unika, Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum beserta dua Wakil Rektornya menyambut kedatangan tim Rektorat Unika di ruang kerjanya.

Dr Ferdinandus Hindiarto SPsi MSi selaku Rektor Unika, dalam kunjungan tersebut memperkenalkan diri dan menyampaikan harapannya bisa menjalin kerjasama atau kolaborasi dalam bidang riset dan penelitian dengan Unnes.

“Kami sebagai tetangga perguruan tinggi dari Unnes, memperkenalkan diri sekaligus ingin mencoba membangun komunikasi supaya ke depan Unika Soegijapranata bisa berkolaborasi dengan Unnes untuk kemajuan dan pengembangan perguruan tinggi di masa mendatang,” papar Dr Ferdinandus.

Menurutnya Unika merasa masih perlu banyak belajar dengan Unnes, terlebih ada beberapa pendidik Unika juga alumni Unnes, sehingga hubungan tersebut diharapkan tidak hanya sebatas keilmuan tetapi juga di bidang riset dan penelitian.

Sedang Prof Fathur Rokhman menanggapi maksud kunjungan tim rektorat Unika Soegijapranata dengan memberi ucapan selamat atas terpilihnya Rektor dan Tim yang diberi mandat memimpin Unika empat tahun ke depan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kunjungan Rektor Unika Soegijapranata ke Unnes, dan sekaligus saya ucapkan selamat kepada Dr Ferdinandus dan para Wakil Rektor yang telah terpilih. Unika sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya dekat secara geografis, tetapi juga sebelumnya telah menjalin kerjasama dengan Unnes, hanya saja karena ada pandemi maka komunikasinya agak terputus.

“Namun kita berharap kondisi sekarang yang sudah lebih baik, dapat kembali ditingkatkan agar lebih baik di masa mendatang. Kita saat ini juga sedang mempersiapkan pembelajaran luring. Dan ternyata tingkat kesulitan dalam pembelajaran luring itu lebih tinggi daripada daring. Namun demikian karena kita awalnya adalah dari IKIP maka kita sangat kuat di teaching university, model-model pembelajarannya bagus. Kita juga berharap Unnes dan Unika bisa terus berkolaborasi dengan berbagai institusi”, tandasnya. (Sgi)

BERITA REKOMENDASI