Tim Unimus-Unsiq Bantu Alat Pengolah Kentang

SEMARANG,KRJOGJA.com- Tim Program Kemitraan Wilayah (PKW) Kementerian Riset dan Teknologi/ Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) 2020 Jumat 23 Oktober 2020 lalu melakukan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat (pengabmas) penyuluhan dan pelatihan diikuti dengan penyaluran bantuan alat pengolah kentang di Desa Gerlang Kecamatan Blado Kabupaten Batang.

Tim pengabmas terdiri dosen dan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi dan Sains Laboratorium Medis (SLM) Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes), prodi Teknologi Pangan (TP) dan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) bermitra dengan Prodi Teknik Informatika Fakultas Teknik (FT) Universitas Sains Al Qur’an Wonosobo (Unsiq).

Acara terselenggara atas dukungan sejumlah mitra yaitu Pemda Batang, Lembaga Pengabdian Masyarakat Unsiq, LSM GEMA dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Gerlang sebagai mitra sasaran. Seperangkat alat pengolahan pangan yang diberikan Ketua PKW Unimus kepada KTH Gerlang Asri yang diwakili Kades Sukowiyono MPd dan Ketua Koperasi Gema Indonesia Jaya Unit Produksi Kentang Edi Waluyo meliputi alat pengupas, pengiris, pengering, penepung, penggoreng, timbangan, dan pengemas kentang. Acara serah terima dilakukan di Desa Gerlang ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan Tim PKW bersama mitra pelaksana dan mitra sasaran.

Ketua tim PKW dari Unimus Dr Stalis Norma Ethica MSi kepada pers Sabtu (31/10/2020) menyatakan penyerahan bantuan merupakan amanah yang harus dijalankan sebagai pelaksana program hibah multitahun PKW dari Ristek-BRIN untuk mendukung pengamalan salah satu Darma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat. Dalam acara serah terima bantuan alat Norma menekankan kepada masyarakat Gerlang bahwa alat pengolah kentang tersebut tidak boleh diperjualbelikan, tetapi harus dimanfaatkan untuk menghasilkan tambahan pendapatan bagi penduduk. Setia Iriyanto SE MSi dan Ir Wikanastri Hersoelistyorini MT sebagai anggota Tim PKW menuturkan  maksud bantuan untuk meningkatkan nilai ekonomi kentang di Desa Gerlang. Penyaluran bantuan alat disertai dengan pelatihan dan pembimbingan baik offline maupun online dengan poster dan video agar pemanfaatan alat bisa maksimal.

Setelah serah terima alat, 12 peserta menjalani pelatihan pengolahan kentang yang diberikan oleh mahasiswa dipandu dosen Teknologi Pangan (TP) Unimus Dr Nurrahman.

Dalam sesi penyuluhan, dosen Fakultas Ekonomi Unimus Nurcahyo SE MSA menyampaikan cara menentukan harga jual produk olahan kentang yang memberikan keuntungan ekonomi. Sementara untuk mendukung program jambanisasi yang juga menjadi andalan Tim PKW, penyuluhan tentang jambanisasi disampaikan Dr Ana Hidayati Mukaromah MSi dan Sri Sinto Dewi MSi dari Program Studi Analis Kesehatan Unimus. Tim bidang kesehatan saat ini telah bersinergi dengan Kepala Puskesmas Blado II dalam penyediaan layanan kesehatan sanitasi yang memadai, khususnya dalam mendukung keberadaan jamban standar bagi warga Desa Gerlang. Desain jamban sehat dengan septitank yang sesuai untuk desa Gerlang telah dibuat berdasarkan arahan dari Tim Kesling Puskesmas Blado II yang diwakili Shohiful Qomaruddin dan Rossa Fachroina.

Pihak KTH Gerlang Asri yang diwakili sekretarisnya, Rozikin menyampaikan kelegaan atas pelaksanaan program PKW di desanya tahun ini. “Petani Hutan Gerlang telah mendapatkan manfaat baik dari penyuluhan maupun pelatihan 3 bidang yang telah diberikan. Kades Sukowiyono mewakili Pemda Batang juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas pelatihan dan bantuan kepada Tim PKW Unimus. Secara terpisah, ketua umum Gerakan Masyarakat (GEMA) Perhutanan Sosial Indonesia Siti Fikriyah Khuriyati SH MSi mengungkapkan sinergi antara perguruan tinggi (PT) dan KTH sangat perlu untuk dilanjutkan. Transfer ilmu dan teknologi dari PT sangat dibutuhkan masyarakat untuk meningkatkan skill dan produktivitasnya. Kegiatan penyuluhan, pemberian motivasi kewirausahaan, pelatihan, pemberian bantuan alat pengolahan produk kentang dan perhutanan sosial, serta pembuatan desain jamban standar ini melibatkan peran langsung mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa, baik dari Fikkes, TP dan FE Unimus serta FT Unsiq sehingga juga diharapkan akan meningkatkan akreditasi perguruan tinggi keduanya.(sgi)

BERITA REKOMENDASI