Tingkatkan Produksi Tanam, Petani Mulai Pakai Pupuk Non-Subsidi

KUDUS, KRJOGJA.com – Kesadaran petani di wilayah Kabupaten Kudus mulai meningkat dalam melakukan olah hasil pertanian baik itu tanaman padi pada musim tanam pertama (MT I) dan MT II, maupun palawija seperti kacang hijau pada MT III. Untuk meningkatkan produksi pertanian pangan mereka tidak lagi hanya mengandalkan pupuk bersubsidi dari pemerintah, namun sebagian menggunakan pupuk non-subsidi meski harus ditebus dengan harga lebih mahal. Tetapi petani mengaku puas karena usahanya sebanding dengan peningkatan produksi tanaman karena hasilnya maksimal.

“Kami telah uji coba pupuk non-subsidi pada demplot lahan untuk tanaman padi, hasil produksinya meningkat antara 10-15 persen dibanding memakai pupuk bersubsidi. Bulir gabah maksimal dan produksi bertambah,” ujar Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kondang Wirotani, Desa Undaan Tengah, Kecamatan Undaan Kudus, Darwoto, Selasa (21/7).

Selama ini untuk mendukung proses produksi tanaman padi, petani lebih banyak menggunakan pupuk bersubsidi jenis Urea, SP-36, ZA dan organik. Selain itu pupuk Phonska atau pupuk majemuk, menjadi salah satu andalan petani karena memiliki lebih satu unsur hara utama dengan kandungan Nitrogen, Kalium dan Phospat (NPK). Pupuk NPK Phonska termasuk pupuk yang disubsidi pemerintah dengan harga relatif lebih
murah.

BERITA REKOMENDASI