TMMD Saat Pandemi Usung Misi Pertumbuhan Ekonomi

Editor: KRjogja/Gus

SEMARANG, KRJOGJA.com – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) merupakan bagian dari cara mempertahankan dan mengikat kebersamaan antara TNI dengan Masyarakat Desa guna mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan yang terjadi, salah satunya masalah ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Program TMMD umumnya mengasar sasaran pembangunan infrastruktuk dan sarana prasarana desa yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Di tengah Pandemi Covid-19, TMMD tetap digelar meski dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini tetap dilakukan justru untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Prajurit TNI AD berbuat sebisa mungkin untuk membantu masyarakat di lokasi TMMD sekaligus juga menerapkan protokol kesehatan di masyarakat.

Kapendam IV Diponegoro Letkol Kav Susanto SIP MAP di Makodam, Senin (28/9/2020) memaparkan bahwa TMMD telah digelar serentak di wilayah Kodam IV Diponegoro, baik Jawa tengah maupun DI Yogyakarta. “TMMD yang kini digelar Reguler ke-109 Tahun Anggaran 2020 dan mulai dibuka pada Selasa (22/9/2020) lalu. Sasaran utamanya membangun infrastruktur di wilayah desa antara lain pembangunan dan pengerasan jalan, perbaikan saluran pengairan atau irigasi, pavingisasi, perbaikan sarana peribadatan serta rehab Rumah Tak Layak Huni (RTLH) menjadi Layak Huni,” papar Kapendam IV Diponegoro.

Letkol Kav Susanto juga menyingguh bahwa dalam catatan di Badan Pusat Statistik Jawa Tengah, terhitung per Maret 2020 ada 3,98 juta masyarakat miskin diantaranya berada di pedesaan. Sehingga diharapkan melalui program TMMD akan terjadi pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

“Dengan adanya peningkatan sarana dan prasarana serta perbaikan rumah tak layak huni bagi warga miskin, maka harapannya juga akan mengurangi angka kemiskinan,” tambah Kapendam.

BERITA REKOMENDASI