Tolak Radikalisme dan Liberalisme: Islam Nusantara Bisa Diterima Dunia

SEMARANG,KRJOGJA.com – Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang Prof Dr Mahmutarom HR SH MH membuka  the 4th Annual International Seminar and Conference on Global Issues (ISCOGI) 2019 tentang

“Islam Nusantara and the challenge of Radical Islam in the global World” yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwahas di Semarang, Selasa (22/10/2019).

Seminar dengan pembicara kunci Guru Besar Pendidikan Islam Unwahas Prof Dr Noor Achmad MA ini menampilkan 2 pembicara utama Prof Karel Steenbrink (Utrech University, Belanda) dan Prof Magdy Behman (Eastern Mennosite University of Virginia, AS). Menurut Prof Noor Achmad dan Prof Mahmutarom Indonesia saat ini menghadapi tantangan berupa radikalisme dan liberalisme yang begitu kuat.

“Indonesia yang belakangan mengusung konsep Islam Nusantara sangat pas dan baik, sesuai dengan perkembangan jaman tanpa lepas dari quran dan sunnah. Islam Nusantara menganut prinsip yang juga diusung NU yaitu moderat, proporsional, berkeadilan dan toleransi. Memang banyak yang salah memahami Islam Nusantara sebagai islam madhab baru dari Indonesia, padahal tidak. Bukan islam ala Indonesia. Islam Nusantara tidak mengadili budaya tetapi membangun budaya. Islam Nusantara merupakan Islam dengan konteks Indonesia yang membangun budaya dan peradaban. Islam Nusantara sebagai bagian penerapan “nash” yang ada menggunakan tolok ukuk  moderat, proporsional, keadilan dan toleran” ujar Prof Noor Achmad.

Senada, Prof Mahmutarom menyatakan Islam Nusantara lewat 4 prinsip tersebut semua kelompok Islam dihormati, bahkan yang tidak Islam juga sama dihormati. Lewat saling menghargai dan keramahan seperti diusung Islam Nusantara maka tidak akan ada radikalisme.  

Dalam seminar internasional ini para pembicara sepakat kalau Islam Nusantara sangat cocok dengan kondisi pluralisme di Indonesia. Bentuk Islam Nusantara juga dianggap sesuatu yang sangat disukai dan bisa diterima di berbagai belahan dunia seperti di Eropa, Australia dan Amerika. Mengingat 4 prinsip yang diusung Islam Nusantara yang menjunjung pluralisme dan perbedaan agama serta budaya. (sgi)

BERITA REKOMENDASI