Tradisi Syawalan Dilarang, Ziarah Dipersilahkan Dengan Prokes Ketat

Editor: Ivan Aditya

KENDAL, KRJOGJA.com – Tradisi syawalan yang digelar setiap tahun tidak diperbolehkan untuk tahun ini. Meski demikian Bupati Kendal Dico M Ganinsuto tidak melarang warga berziarah, namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Jika mau ziarah silahkan namun tetap menjaga protokol kesehatan yang ketat, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, serta bergantian dengan kapasitas 30 persen dari kapasitas maksimal,” ujar Dico.

Untuk mengantisipasi lonjakan peziarah pihak desa Protomulyo Kecamatan Kaliwungu Selatan melakukan beberapa prosedur dan peraturan yang sesuai dengan prokes. Kepala Desa Protomulyo Jumarno, Senin (17/05/2021) mengatakan pihaknyabausah membentuk panitia yang bertugas memastikan kegiatan sesuai degan Prokes.

Peziarah sebelum memasuki makam akan di cek suhu dan juga cuci tangan terlebih dahulu. Wajib memakai masker dan untuk selalu menjaga jarak satu dengan lainya dalam berziarah.

“Kami mengedepankan Prokes karena bisa dipastikan peziarah akan tetap banyak, kami juga tidak ingin ada klaster baru syawalan untuk itu kami akan tegas dalam pelaksanaan ziarah,” ujar Jumarno.

Makam para auliya yang biasa dituju untuk berziarah seperti makam kiai guru Asy’ari, pangeran Juminah, Pangeran Puger berada di Jabal dan masuk Desa Protomulyo. (Ung)

BERITA REKOMENDASI